terasbanua.my.id, Banjarmasin – Hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus melakukan penekan terhadap kenaikan inflasi yang disebakan oleh beras lokal khususnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan untuk upaya itu pihaknya sudah melakukan kerja sama antar daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Batola untuk ketersediaan beras banjar di Kota Banjarmasin.
“Insya Allah kita juga memohon izin kepada pak Wali Kota, pak Wakil Wali Kota dan pak Sekda untuk berangkat di Pamanukan Jawa Barat untuk menjalin kerja sama untuk ketersediaan beras,” ucap Tezar sapaan akrabnya, Rabu (4/1/2023).
Menurut Tezar beras yang dihasilkan di daerah tersebut hampir mirip dengan jenis beras banjar yang tidak pulen seperti beras jawa pada umumnya saat dimasak.
Untuk rencananya tersebut, pihaknya juga telah melaporkan pada Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakot Banjarmasin.
Adanya beras alternatif tersebut, ia berharap bisa memenuhi kebutuhan beras di Kota Banjarmasin untuk sementara waktu.
“Sementara beras itu belum panen. Tentu adanya beras alternatif itu bisa jadi pilihan warga,” katanya.
Kendati demikian, ia mengatakan saat ini inflasi di Kota Banjarmasin mengalami penurunan dibandingkan daerah tetangga.
Di samping itu, ia mengungkapkan untuk pelaksanaan pasar murah tetap akan dilaksanakan di tahun 2023.
Namun untuk pelaksanaannya masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) pimpinan mengenai dana subsidi yang bakal digunakan.
“Entah nanti tetap pakai dana Belanja Tidak Terduga (BTT) atau seperti apa yang jelas untuk pasar murah kita target di bulan Ramadhan ini dilaksanakan kurang lebih 21 Kelurahan,” paparnya.
Tentunya pelaksanaan pasar murah sangat bergantung pada rekan-rekan yang tergabung dalam forum Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya semakin banyak bantuan CSR tersebut untuk subsidi paket sembako yang dijual di pasar murah. Maka semakin banyak juga jumlah masyarakat yang mendapat paket sembako subsidi tersebut.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






