Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 18 Mar 2023 18:53 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Gejala Penyakit TB Masih Dianggap Remeh Masyarakat


 Gejala Penyakit TB Masih Dianggap Remeh Masyarakat Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Gejala penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB seperti batuk, demam dan gejala lainnya masih dianggap remeh oleh sebagian masyarakat.

Bukan tanpa alasan, kebanyakan masyarakat menilai gejala penyakit TB itu hanya penyakit biasa yang bisa diredakan dengan meminum obat yang ada di apotek pada umumnya.

Padahal menurut Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastuti, jika batuk yang diderita sudah berlangsung dua minggu lebih. Sudah seharusnya melakukan pemeriksaan diri ke puskesmas setempat.
“Jangan menunggu parah karena sangat mungkin seseorang itu telah tertular penyakit TB jika menunjukan gejala seperti itu,” ucap Dwi Atmi kepada awak media, Sabtu (18/3/2023).

Mengobati gejala TB dengan obat apotik atau obat di warung biasanya, tidak lah membantu untuk menyembuhkan. Malahan dikhawatirkan bisa berdampak lain karena penanganannya sudah beda.

Maka dari itu, dengan melakukan pemeriksaan di puskesmas dan dipastikan seseorang itu positif TB. Seseorang itu pun bisa menjalani pengobatan secara intens dari pelayanan puskesmas setempat.

“Masa pengobatan untuk TB sampai benar-benar sembuh itu perlu waktu 6 bulan. Makanya harus benar-benar diobati,” tuturnya.

Pengobatan selama 6 bulan itu lanjutnya, gratis karena memang penanganan TB sudah termasuk program pemerintah. Jadi sudah seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat sebaik-baiknya.

Namun tak dipungkirinya, meski pelayanan diberikan untuk pengobatan TB itu gratis. Tetap saja ada masyarakat yang tidak menjalani pemeriksaan secara rutin sesuai waktu pengobatannya.

Bukan tanpa alasan, mereka biasanya merasa sudah sembuh hingga tak perlu melanjutkan pemeriksaan. Padahal, pengobatan TB agar sembuh total harus rutin melakukan pemeriksaan.

“Ini ada pasien dua bulan menjalani pemeriksaan dan pengobatan berhenti karena dikira sudah sembuh, sehat. Padahal pengobatan TB itu perlu waktu 6 bulan dan selama pengobatan harus intens,” jelasnya.

Sementara itu, penularan penyakit akibat infeksi bakteri itu sendiri sangat rentan terjadi. Penderita TB bisa menularkan melalui batuk, bersin bahkan sentuhan.

“Bisa saja sentuhan pas saat batuk atau bersih ia tutup mulutnya dengan tangan dan tak sengaja menyentuhkan orang lain,” katanya.

Mengingat rentannya penularan tersebut, ia pun meminta masyarakat agar menanggulangi dengan memeriksakan diri jika menunjukan gejala dan siap menjalani pengobatan dengan intens.

Tidak hanya berlaku pada diri sendiri, untuk orang di sekitar pun jika ada gejala-gejala TB maka ajak yang bersangkutan agar bersedia melakukan pemeriksaan ke puskesmas setempat.

“Hingga saat ini orang masih menanggap gejala TB itu sepele. Padahal sudah seharusnya jika ada gejala menunjukan segeranya periksa agar segera bisa ditangani,” pungkasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Bersama PKK, GOW dan DWP Peringati Hari Kartini 2026

22 April 2026 - 19:10 WITA

TMMD ke-128 di Banjarmasin Resmi Dimulai, Fokus Percepatan Pembangunan dan Penguatan Sosial

22 April 2026 - 19:02 WITA

Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Terus Dipercantik, Wahana Rekreasi Air Digarap

20 April 2026 - 18:55 WITA

Lantik Dewan Pengawas Perumda Pasar, Ini Pesan Wali Kota Banjarmasin

20 April 2026 - 18:50 WITA

Pimpin Rakor Kepegawaian, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Sanksi Tegas Bila Ada Pelanggaran

17 April 2026 - 18:42 WITA

Rotasi ASN di Lingkup Pemko Banjarmasin, Wali Kota : Tinggalkan Pola Lama, Birokrasi Harus Melayani

16 April 2026 - 18:35 WITA

Trending di Banjarmasin