terasbanua.my.id, Banjarmasin – Eks Kawasan Wisata Kuliner Mandiri (KWM) di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Banjarmasin Tengah akan ditata ulang.
Mengenai rencana itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan sudah melakukan ekspos permohonan kerjasama pemanfaatan barang milik daerah dengan calon investor pada 17 Juli 2024 lalu.
“Kami sekilas dari ekspos itu sangat berkenan dengan ide dan gagasan sehingga mengakomodir kearifan lokal kita” ucap Ibnu, Jumat (26/7/2024).
Tentunya lanjut Ibnu, desain penataan eks KWM itu akan menyatu dengan wisata kuliner Bandarmasih Tempoe Doeloe.
Hingga eks KWM nantinya bisa menjadi alternatif pilihan yang sangat menarik bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Banjarmasin.
“Baik berwisata, berbelanja, kulineran atau sekedar jalan kaki sambil menikmati suasana kota pinggir sungai,” ujar Ibnu.
Lebih jauh, Ibnu menuturkan sebelumnya sudah pernah dilakukan MOU dengan investor lain. Namun terkendala dan tidak bisa lanjutkan karena lebih dari setahun hingga akhirnya dibatalkan.
“Masuk lagi investor baru ini. Mudah-mudahan bisa ditata dan kami sempat tawarkan sekalian saja dengan Kampung Ketupat. Ternyata mereka milih di KWM dulu,” tuturnya.
Eks KWM sendiri memang memiliki potensi yang cukup bagus dengan panjang kurang lebih 100 meter dan lebarnya antara 8 atau 12 meter. Terlebih letaknya di pinggir sungai dan berdekatan dengan destinasi Kota Banjarmasin lainnya.
“Menjadi kawasan yang sangat nyaman untuk circle pariwisata. Jadi kawasan wisata yang integrasi, tentu perlu ditata hingga ada spot-spot menarik yang akan dikunjungi wisatawan,” jelasnya.
Setelah ini lanjutnya, secepatnya pihaknya akan merumuskan MOU bersama investor dengan perjanjian pengelolaan. Baik itu 5 tahun atau 10 tahun yang akan disesuaikan ketentuan yang ada.
“Nanti ada perhitungan apprisailnya. Termasuk dengan kontribusi mereka,” katanya.
Disinggung apakah sudah ada komunikasi sebelumnya dengan para pedagang di eks KWM mengenai rencana penataan tersebut. Ia menjawab bahwa itu akan dilakukan langsung oleh pihak investor.
Ia menekankan penataan di kawasan eks KWM tetap mempertahankan industri UMKM dengan mengayomi pedagang yang sudah ada disana.
“Pedagang eks KWM menyambut baik karena mereka dilibatkan,” ujanya.
Guna menunjang kawasan itu lanjutnya lagi, perlu didukung dengan sarana bagi penjalan kaki yang nyaman.
“Termasuk seandainya ada becak wisata, sepeda wisata atau mobil wisata sehingga kawasan itu bisa menyatu dengan kawasan wisata lain,” katanya.
Menurutnya penataan sebenarnya tidak banyak yang berubah. Namun memang ada beberapa pembangunan yang dilakukan untuk menunjang kawasan itu.
Salah satunya, rencana pembangunan dermaga tepat di depan Bandarmasih Tempoe Doeloe di tahun 2025 mendatang yang telah diusulkan sebelumnya.
“Mereka juga pengen untuk di sisi KWM hingga di Hutan Kota sehingga di sepanjang kawasan ini bisa dijadikan ekspos dan sebagian menghadap sungai hingga kawasan sungai bisa dimanfaatkan Pasar Terapung atau Cafe Terapung,” paparnya.
Pasalnya, di tata ruang Kota Banjarmasin 15 meter ruang sungai bisa dipakai untuk pengembangan wisata berbasis sungai.
“Bisa kapal-kapal stand by atau jalan dan bisa water sport. Misalnya jetski, banana boat atau kegiatan wisata sungai lainnya,” ujarnya.
“Kalau di sepanjang Menara Pandang tidak boleh. Tapi setelah jembatan itu sampai ke Sungai Baru seberang menyeberang itu boleh untuk pengembangan wisata sungai,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






