terasbanua.my.id, Banjarmasin – Lama tak terdengar kabar lanjutan dari pembuatan film Jendela Seribu Sungai (JSS). Ternyata, film itu sudah memasuki tahap editing sekarang.
Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Iwan Fitriadi mengatakan kemungkinan film JSS itu akan rampung pada Februari mendatang.
“Ini tinggal proses penyempurnaan. Insya Allah akhir Februari sudah selesai,” ucap Iwan kepada awak media tak lama tadi.
Iwan mengungkapkan film itu nantinya akan dikomersilkan, dan akan ditayangkan serentak di seluruh bioskop Indonesia.
Menariknya, tanggal penayangan film JSS memang sengaja dipilih pada 23 Juni 2023 mendatang yang bertepatan pada Hari Anak Nasional.
Tak tanggung-tanggung pihaknya akan menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menyukseskan film yang diambil dari kisah novel seorang penulis banua.
Tentunya melalui upaya itu, ia jadi sangat optimis film JSS itu akan banyak ditonton karena banyak pesan moral yang terkandung dalam film selain memperlihatkan keindahan Kalimantan Selatan (Kalsel) terutama Kota Banjarmasin.
“Mudah-mudahan, nanti banyak yang menonton, orangtua yang mengajak anaknya ke bioskop nonton JSS,”harapnya.
Penggarapan film itu sendiri lanjutnya, untuk promosi kebudayan ataupun tempat wisata Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Kota Banjarmasin. Tentunya itu akan membuat penasaran orang luar daerah.
“Syukur-syukur bisa kembali anggaran itu tapi kalau tidak ya tidak masalah karena tujuan membuat film itu sendiri tidak lepas dari promosi daerah dan juga keuntungan yang masuk ke kas daerah,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Zulfaisal Putera sekaligus Petugas Pelaksana Kegiatan menambahkan film JSS akan tayang berbarengan dengan Film Sherina 2.
“Untuk yang kategori film anak-anak saingannya cuma Sherina 2,” kata Zulfaisal.
Total ada 70 film yang menghiasi bioskop tanah air sepanjang 2023 yang mana 50 di antaranya adalah film horor.
Zulfaisal juga optimis karena film JSS murni berkisah tentang anak-anak yang jadi pembeda dengan Sherina 2, di mana fokusnya adalah Sherina dan Saddam dewasa.
Di samping itu, lanjut Zulfaisal, pendapatan film nanti tidak hanya bersumber dari bioskop saja namun juga dari layanan streaming.
Pasalnya, sumber penghasilan terbesar film berasal dari streaming. Maka dari itu, pendapatan bisa diharap melalui streaming.
“Kalau tontonan di streaming itu awet, hitungan tahunan, beda kalau di bioskop, tiga hari setelah penonton turun, pasti film akan turun layar,” jelasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






