terasbanua.my.id, Banjarmasin – Baru-baru tadi marak kasus anak cuci darah di rumah sakit karena gagal ginjal.
Tentunya fenomena itu turut menyita perhatian publik, tak terkecuali Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda tak menampik kasus gagal ginjal anak juga ada di Kota Banjarmasin.
“Ada, tapi belum terkonfirmasi berapa jumlah pastinya,” kata Tabiun, Sabtu (10/8/2024).
Menurut Tabiun, mengonsumsi gula terlebih sangat berpotensi dalam menyebabkan anak gagal ginjal terutama anak yang berusia di bawah 15 tahun.
Apalagi anak-anak yang terbiasa jajan di warung yang mana banyak makanan maupun minuman yang memiliki kadar gula tinggi.
“Terutama pada makanan atau minuman kemasan,” ucapnya.
Ia menyatakan apabila vonis terhadap anak adalah gagal ginjal terminal. Maka si anak harus menjalani cuci darah seumur hidup. Berbeda lagi penangananya dengan gagal ginjal kronis.
“Penanganannya berbeda-beda. Tergantung vonis,” ujarnya.
Untuk itu, menurutnya alangkah lebih baik anak-anak usia tersebut dibiasakan mengkonsumsi makanan atau minuman olahan dari rumah. Begitu juga ketika saat berada di sekolah, agar diberikan bekal oleh orangtuanya.
“Petugas puskesmas kita juga sudah masuk ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi pola hidup bersih. Termasuk ke kantin-kantin sekolah. Tapi saat di luar sekolah sulit terkontrol,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Istimewa






