terasbanua.my.id, Banjarmasin – Hampir tiga tahun sudah kerjasama antara Pemko Banjarmasin melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pengelola Air Limbah Daerah (PALD) Banjarmasin, kini kembali melakukan pertemuan bersama Tim Indah Water Konsortium (IWK) Malaysia di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (16/5/2024).
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan pertemuan ini dalam rangka berbagi pengalaman terkait kerjasama operator air dan sanitasi antara Perumda PALD Banjarmasin dan IWK Malaysia.
Sekaligus kunjungan monitoring dan evaluasi terhadap pelatihan dan bimbingan teknis yang telah diberikan dengan sisa waktu pelaksanaan kurang lebih 6 bulan.
“Ini sebenarnya kerjasama di tahun ke-3. Bentuk kerjasamanya adalah peningkatan dan kapasitas untuk operator air penanganan air,” ucap Ikhsan.
Terlebih lanjut Ikhsan, dalam program ini Perumda PALD Banjarmasin berkesempatan mendapatkan bantuan dan hibah dari Uni Eropa Global Operator Partnership yang difasilitasi Waterlinks Filipina.
Baik dalam bentuk bimbingan teknis maupun pendampingan untuk peningkatan kemampuan operator hingga perlu di dorong dengan baik.
“Terima kasih, tentunya ini sebagai wujud nyata dari komitmen internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengolahan lingkungan yang lebih baik terutama di Banjarmasin,” tutur Ikhsan.
Ikhsan juga berharap kerja sama ini akan berlanjut ke fase kedua agar bisa mewujudkan Kota Banjarmasin sesuai dengan mottonya, yaitu Banjarmasin Baiman (Bersih Wan Nyaman) dan Lebih Bermartabat dalam pengelolaan limbah.
“Semoga kerjasama ini berlanjut nanti di fase ke-2 sehingga nanti peningkatan kapasitas untuk para operator kita itu bisa dilaksanakan secara menyeluruh dan bisa diterapkan di Banjarmasin,” akhirnya.
Sementara itu, Direktur Perumda PALD Banjarmasin, Endang Waryono menuturkan dari hasil kerja sama yang terjalin. Ilmu pengelolaan air limbah yang dipelajari telah bisa implemtasikan di Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah selama kurun waktu hampir tiga tahun ini menimba ilmu dari kerja sama ini bisa berjalan dengan baik,” kata Endang.
Lebih jauh Endang menjelaskan, pentingnya pengelolaan air limbah saat ini karena potensi tercemar air bersih kian besar setiap tahunnya.
Pasalnya, dari 100 persen air bersih yang digunakan dalam sehari-hari. Hanya 30 persen air bersih yang terserap dalam tubuh untuk kebutuhan minum. Selebihnya air bersih itu menjadi limbah.
“Jadi dalam prosesnya kebanyakan menjadi limbah domestik yang pada akhirnya harus dikelola PALD,” ujarnya.
Maka dari itu, salah satu upaya yang telah dilakukan Perumda PALD Banjarmasin saat ini yaitu penerapan tarif layanan limbah domestik pada warga kota.
“Pasti penerapan tarif ini menimbulkan pro dan kontra. Tapi tetap harus dijalankan untuk keberlangsungan yang akan datang maupun saat ini dalam mengatasi pencemaran air bersih,” jelasnya.
Tak dipungkirinya, pengelolaan air limbah terutama dalam perbaikan sanitasi yang layak di tengah masyarakat masih cukup berat dibenahi hingga saat ini.
Untuk itu lanjutnya, pihaknya mencoba mengimplementasikan keberhasilan yang dilakukan di sejumlah negara yang berhasil membenahi sanitasi dengan baik pada masyarakatnya. Salah satunya Negara Malaysia.
Sementara itu, Head of Department Corporate Planning Department IWK, Azuan Ahmad Zahid menyampaikan keberhasilan pengelolaan air limbah terutama perbaikan tak lepas dari program yang disesuaikan dengan golongan masyarakatnya.
“Contohnya jika golongan masyarakat usia dewasa makanya banyak dilakukan program di rumah ibadah dengan mengandeng pembuka agama,” tuturnya.
Tentunya program harus mengikuti perkembangan zaman saat ini hingga pengelolaan air limbah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






