terasbanua.my.id, Banjarmasin – Aktivitas penggunaan rakit yang dilakukan keluarga Halimah sebagai akses mereka untuk keluar rumah sudah jadi pemandangan biasa oleh tetangga di sekitarnya.
Mengingat, di kawasan rumah keluarga itu tidak memiliki akses jalan. Kalaupun ada akses jalan lain. Namun kondisinya mengalami kerusakan imbas musibah banjir besar yang terjadi awal tahun 2021.
Maka tak jarang, rasa iba hadir dari para tetangga karena kondisi memprihatikan yang keluarga Halimah harus hadapi setiap harinya.
Apalagi diketahui anak-anak dari Halimah itu masih sangat kecil dan terpaksa ikut menggunakan rakit saat hendak pergi sekolah maupun pergi ke Masjid untuk mengaji.
Masing-masing warga yang peduli ada yang memberikan drum untuk pembuatan rakit, bambu panjang untuk menghalau tamanan eceng gondok agar memudahkan mereka menyeberangi rawa dan kebutuhan lainnya yang di rasa bisa dibantu.
“Mereka titip motor di seberang sini dengan salah satu warga dan diizinkan saja karena merasa iba kan melihat mereka,” ucap Fahmi salah satu tetangga saat ditemui terasbanua.my.id, Kamis (29/12/2022).
Sebelumnya, dari warga di wilayahnya hendak mengumpulkan dana sumbangan untuk perbaikan akses jalan yang dulunya ada yakni titian kayu yang mengalami rusak.
Namun niat baik itu mereka diurungkan, karena takut dari wilayah Halimah yang berada di RT 27 tersinggung. Mengingat mereka beda RT.
Walaupun bukan satu RT dengan keluarga Halimah. Namun menurutnya sangat tidak etis jika berdiam diri saja melihat kondisi tetangga di dekat rumahnya sedang kesulitan.
Mengingat kondisi seperti itu sudah dialami keluarga Halimah sejak dua tahun terakhir dan selama itu juga tidak ada perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
“Sangat disayangkan kenapa yang seperti ini tidak diperhatikan. Padahal mereka warga Banjarmasin yang berhak mendapatkan apa yang jadi kepentingannya seperti akses jalan ini,” tutur Fahmi.
Ditambahkannya, sudah seharusnya jadi atensi Pemko Banjarmasin memberikan solusi yang terbaik untuk semua warga Kota Banjarmasin.
“Saya hanya menyampaikan aspirasi saja. Jangan sampai ada warga terisolir di Kotanya sendiri seperti keluarga Halimah,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






