terasbanua.my.id, Banjarmasin – Selama dua hari pencarian sejak Sabtu (4/5/2024) hingga Minggu kemarin. Buaya yang lepas di Sungai Pelambuan masih belum ditemukan.
Berdasarkan dari laporan warga setempat, buaya dengan panjang 1,5 meter itu terlihat muncul belasan kali di permukaan air sejak dilaporkan.
Anggota Tim Animal Rescue Banjarmasin, Andi menerangkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran di sekitaran lokasi kemunculan buaya itu.
“Kita pastikan akan sampai dapat nanti,” ucap Andi, Minggu (5/5/2024) kemarin.
Selain itu, dari timnya saat ini juga telah memasang lebih banyak perangkap dan jebakan agar bisa menangkap reptil air itu secepatnya.
Tidak hanya memasang perangkat ayam, pihaknya juga mencoba menggunakan umpan anak bebek dan akan memasang perangkat khusus buaya.
“Nanti kita akan pasang beberapa lagi,” tuturnya.
“Dugaan itu masih ada pada perairan disekitar sini. Karena masih ada terpantau kemunculannya,” sambungnya.
Proses evakuasi buaya juga turut melibatkan warga setempat yang mulai resah dengan keberadaan reptil besar tersebut.
Rencananya dari warga sekitar akan membersihkan belukar di sekitaran area tersebut.
“Kemungkinan besok, infonya dari Ketua RT setempat,” tuturnya.
Selain melakukan pembersihan, dilanjutkannya nanti juga akan dilakukan pemasangan spanduk peringatan bahaya buaya di sekitaran kawasan itu.
Sementara itu, salah satu Ardiani warga Gang Safari, Kelurahan Pelambuan mengaku penampakan buaya yang muncul menjadi pemandangan setiap harinya.
Apalagi kemunculan buaya permukaan air berada persis tepat di belakang rumahnya.
Jika Tim Animal Rescue Banjarmasin menggunakan umpan berupa seekor ayam yang dijerat ke tali. Maka Ardiani membuat perangkap yang agak berbeda.
Dirinya membuat perangkap menggunakan kubus apung berbentuk persegi panjang. Dimana tiap sisinya dipasang dengan jerat simpul menggunakan tali marlon berlapis.
Di atas perangkap itu, pria berusia 60 tahun ini meletakkan seekor burung dara. Hal ini dilakukannya agar bisa menarik perhatian buaya.
“Dari mana saja buaya itu menerkam burung itu, saya yakin dia bakal terjerat,” ujarnya, Minggu (5/5/2024).
“Jerat simpul dari tali marlon itu kuat. Bisa untuk menahan beban yang kira-kira beratnya satu pikul (62,5 kg),” tambanya.
Bahkan dirinya juga telah mengantisipasi apabila perangkap tersebut dibawa buaya menyelam didasar sungai.
“Itu tersambung dengan tali jerigen kosong. Untuk mengetahui di mana lokasi buaya itu, kita cukup melihat di mana posisi jeriken air yang diseretnya saja,” jelasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






