terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin melakukan pertemuan dengan para pedagang Pasar Lima yang terdampak musibah kebakaran beberapa waktu lalu di Aula Kantor Bidang Peningkatan Sarana Distribusi dan Pasar (PSDP) Disperdagin, Selasa (23/4/2024).
Kepala PSDP Disperdagin Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Satriya mengatakan pertemuan dilakukan untuk menyampaikan rencana pembangunan tempat sementara bagi para pedagang yang terdampak agar tetap bisa berdagang.
“Alhamdulillah rencana pembangunan tempat sementara itu diterima warga dengan baik,” ungkap Ridho usai pertemuan.
Sesuai masukan dari para pedagang lanjut Ridho, pembangunan tempat baru untuk berjualan tetap di lokasi lama mereka.
Dimana rencana pembangunan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia saat ini. Mengingat kebutuhannya darurat.
“Ini keadaan darurat setidaknya kita memberikan bantuan fasilitas sementara agar mereka bisa tetap berjualan seperti semula,” kata Ridho.
Jika sesuai mekanisme lanjutnya, pembangunan bersumber dari APBD. Namun memang masih dikoordinasikan dengan instansi terkait mengenai penanganan dari musibah kebakaran.
“Apakah nanti bisa penunjukan langsung atau bagaimana metodenya masih kami koordinasikan BPKPAD serta Inspektorat,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan pembangunan terbagi dua tahap. Tahap pertama pembangunan rata-rata bentuk toko dan kios sebanyak 34 unit.
Sementara pada tahap kedua, pembangunan untuk bak pedagang yang jumlah jauh lebih banyak yakni 133 unit.
Tak dipungkirinya, tidak semua tuntutan para pedagang bisa diakomodir. Namun paling tidak ada fasilitas sementara untuk berjualan.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Disperdagin Kota Banjarmasin akan berhenti melakukan penarikan retribusi pasar pada tempat pedagang yang terdampak kebakaran. Mulai per Agustus 2024 mendatang.
“Paling tidak ini bisa meringankan beban para pedagang karena kita bisa melakukan ganti rugi pada pedagang yang terbakar,” akhirnya.
Sementara itu, mewakili para pedagang, Mulya Jauhari mengaku menerima saja tawaran yang diberikan Disperagin Kota Banjarmasin selagi ada solusi untuk tetap bisa berjualan.
“Meski fasilitas sementara, paling tidak bisa berjualan dulu sebelum dibangun yang layak,” katanya.
Mengingat pasca kebakaran yang terjadi, para pedagang terpaksa tak bisa berjualan karena bak dan kios habis terbakar.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






