terasbanua.my.id, Banjarmasin – Terus fokus dalam penurunan kasus anak stunting , Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan kegiatan diseminasi hasil audit kasus stunting I di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (1/8/2024).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan kegiatan diseminasi hasil audit ini sebagai langkah untuk mengevaluasi berbagai program upaya penurunan stunting yang telah dijalankan selama ini.
Menurut Arifin dari berbagai program yang dijalankan. Salah satu program yang dianggap berhasil menekan angka stunting di Kota Seribu Sungai yaitu pemberian makanan bergizi pada anak beresiko stunting.
“Selama ini, progam pemberian makanan bergizi, kita melibatkan semua pihak instansi seperti perbankan ada, corporate dan lainnya yang ikut membantu,” ucap Arifin usai membuka kegiatan.
Penanganan stunting juga turut melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Banjarmasin terkait.
Hingga dirinya sangat optimis penurunan angka stunting bisa capai target nasional yakni 14 persen, saat ini masih berada di angka 25 persen.
“Secara masif kita lakukan upaya penurunan stunting. Mudah-mudahan bisa turun lagi, ya sekitar 11 persen lagi kita kejar,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor menambahkan ada lima lokus penurunan stunting jadi fokus pihaknya saat ini.
Lima lokus itu yakni Kelurahan Pekapuran Laut, Kelurahan Alalak Selatan, Kelurahan Kelayan Barat, Kelurahan Pekapuran Raya dan Kelurahan Teluk Tiram.
“Lima lokus itu berdasarkan kasus stunting yang paling tinggi dari wilayah lainnya,” ungkap Helfian.
Dari lima lokus itu lanjutnya, memiliki resiko stunting terdiri dari 5 bayi usia dua tahun (batita), 5 balita, 5 ibu hamil, 5 ibu pasca lahir, dan 4 calon pengantin.
“Sedikit gambaran dari faktor-faktor resiko itu bisa dijadikan bahan bagi teman-teman di SKPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Banjarmasin pada saat melaksanakan kegiatan intervensi,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya mencoba petakan penyebab atau faktor resiko dari kasus stunting yang ada di masing-masing lokus tersebut.
Kemudian hasil petakan itu akan diidentifikasi oleh tim ahli dari RSUD Sultan Suriansyah. Mulai dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, dan dokter spesialis kandungan.
“Ada tambahan tim psikologi dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin,” katanya.
“Kita mecoba mengambil dari sudut lain yakni sisi pendampingan peran orang tua dalam melakukan pola asuh dalam keluarga melalui psikologinya,” sambungnya.
Pasalnya, dari kasus stunting yang ditemukan ada beberapa penyebabnya ketidaksiapan orang tua mengasuh anak karena usia yang masih muda.
“Makanya dari sudut itu kita coba lakukan adanya pendampingan pada calon ibu terutama ibu muda,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah
terasbanua.my.id, Banjarmasin – Terus fokus dalam penurunan kasus anak stunting , Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan kegiatan diseminasi hasil audit kasus stunting I di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (1/8/2024).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan kegiatan diseminasi hasil audit ini sebagai langkah untuk mengevaluasi berbagai program upaya penurunan stunting yang telah dijalankan selama ini.
Menurut Arifin dari berbagai program yang dijalankan. Salah satu program yang dianggap berhasil menekan angka stunting di Kota Seribu Sungai yaitu pemberian makanan bergizi pada anak beresiko stunting.
“Selama ini, progam pemberian makanan bergizi, kita melibatkan semua pihak instansi seperti perbankan ada, corporate dan lainnya yang ikut membantu,” ucap Arifin usai membuka kegiatan.
Penanganan stunting juga turut melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Banjarmasin terkait.
Hingga dirinya sangat optimis penurunan angka stunting bisa capai target nasional yakni 14 persen, saat ini masih berada di angka 25 persen.
“Secara masif kita lakukan upaya penurunan stunting. Mudah-mudahan bisa turun lagi, ya sekitar 11 persen lagi kita kejar,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor menambahkan ada lima lokus penurunan stunting jadi fokus pihaknya saat ini.
Lima lokus itu yakni Kelurahan Pekapuran Laut, Kelurahan Alalak Selatan, Kelurahan Kelayan Barat, Kelurahan Pekapuran Raya dan Kelurahan Teluk Tiram.
“Lima lokus itu berdasarkan kasus stunting yang paling tinggi dari wilayah lainnya,” ungkap Helfian.
Dari lima lokus itu lanjutnya, memiliki resiko stunting terdiri dari 5 bayi usia dua tahun (batita), 5 balita, 5 ibu hamil, 5 ibu pasca lahir, dan 4 calon pengantin.
“Sedikit gambaran dari faktor-faktor resiko itu bisa dijadikan bahan bagi teman-teman di SKPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Banjarmasin pada saat melaksanakan kegiatan intervensi,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya mencoba petakan penyebab atau faktor resiko dari kasus stunting yang ada di masing-masing lokus tersebut.
Kemudian hasil petakan itu akan diidentifikasi oleh tim ahli dari RSUD Sultan Suriansyah. Mulai dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, dan dokter spesialis kandungan.
“Ada tambahan tim psikologi dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin,” katanya.
“Kita mecoba mengambil dari sudut lain yakni sisi pendampingan peran orang tua dalam melakukan pola asuh dalam keluarga melalui psikologinya,” sambungnya.
Pasalnya, dari kasus stunting yang ditemukan ada beberapa penyebabnya ketidaksiapan orang tua mengasuh anak karena usia yang masih muda.
“Makanya dari sudut itu kita coba lakukan adanya pendampingan pada calon ibu terutama ibu muda,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






