terasbanua.com, Banjarmasin – Masih banyaknya guru di Kota Banjarmasin yang belum memahami pengunaan Teknologi Informasin (TI) dalam proses belajar mengajar.
Turut berdampak pada sulitnya untuk memberlakukan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri di sekolah kepada siswa. Baik jenjang SD maupun SMP.
“Kita memaklumi karena usia guru-guru kita yang di 45 ke atas dan masih ada guru yang engan mengunakan teknologi yang ada di smartphonenya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi kepada wartawan, Kamis (3/11/2022).
Di sisi lain, menurut Nuryadi karena hal tersebut lalu menyebabkan hasil penilaian oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) dianggap masih kurang untuk pengisian yang dilakukan oleh sekolah.
Maka dari itu, perlu melakukan pelatihan kepada guru-guru. Namun tak dipungkirinya secara khusus pendidikan teknologi terbatas, sehingga itu perlu ada suatu gebrakan sosialisasi yang harus dilakukan oleh para guru.
“Salah satunya tadi kita melakukan kerja sama dengan Prodi Teknologi Pendidikan ULM gebyarnya mengadakan workshop dan lainnya,” terangnya.
Ia mengatakan sosialisasi tidak hanya monoton saja. Tapi nantinya harus ada pendampingan langsung ke sekolah-sekolah.
Di samping itu, diakuinya sekarang ini hanya ada 25 SMP di Kota Banjarmasin yang sudah menerapkan IKM. Sedangkan SD ada sekitar 35.
Sementara itu, sekitar 40 SD penggerak yang ada di Kota Banjarmasin sudah menerapkan IKM yang memang sebagai pilot project.
Diketahui sebelumnya, adanya kuota untuk sekolah penerapan IKM yang telah ditentukan dari Kemdikbud pada sekolah di tiap daerah.
Selain itu, IKM sendiri terbagi dari tiga yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.
Hamdiah






