terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pembangunan kios sementara dampak kebakaran di Pasar Lima beberapa waktu lalu hanya diprioritaskan pada pedagang yang taat membayar retribusi pasar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Tezar mengatakan hanya 64 lapak saja yang diakomodir dari total keseluruhan 95 pedagang.
“Mohon maaf kami mengambil kebijakan hanya pedagang yang taat membayar retribusi pasar yang diprioritaskan,” ucap Tezar sapaan akrabnya, Senin (7/10/2024).
Tezar berharap ini menjadi pelajaran bagi pedagang lain agar bisa membayar retribusi pasar dengan rutin.
Terlebih, retribusi yang dibayarkan tentunya dimanfaatkan untuk kepentingan pedagang itu sendiri dan pembangunan Kota Banjarmasin.
“Harapannya mereka semua bisa membayar retribusi pasar secara rutin,” ujarnya.
Selain itu, mengingat pembangunan hanya pada atap kios saja di atas lahan yang terbakar. Maka untuk lantai dan dinding sepenuhnya diserahkan kepada pedangan sendiri.
Pasalnya, dana untuk pembangunan hanya tersedia anggaran pemeliharaan tahun saja. Hingga pembangunan tidak bisa dilakukan sepenuhnya.
Seiring adanya insiden ini, penarikan retribusi pada pedagang Pasar Lima dihentikan sementara hingga akhir 2024.
Imbas dari hal itu, menurutnya berdampak menghilangkan sejumlah Pendapat Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar.
“Sekitaran Rp. 20 juta hingga Rp. 30 juta saya karena memang jumlah pedagang sedikit dan tokonya sebagian besar kecil,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






