terasbanu.my.id, Banjarmasin – Kondisi kesiapan lahan di Kawasan Industri Mantuil untuk pertumbuhan ekonomi dinyatakan layak.
Hal itu disampaikan dalam ekspos laporan akhir penyusunan masterplan Kawasan Industri Mantuil baru-baru tadi.
Kendati demikian, dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta kepastian dari pembelian lahan untuk segeranya.
Padahal menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk pembelian lahan dengan luas 400 hektar tentu anggarannya tidak sedikit.
“Hampir Rp. 4 triliun lebih yang diperlukan. Jadi tidak mungkin bisa dibeli semua,” ungkap Ibnu, Jumat (26/7/2024).
Namun lanjut Ibnu, jika sesuai rencana induk Pelabuhan dan rencana tata ruang yang disinkronkan. Maka pembelian lahan dilakukan pada kawasan intinya.
“Mungkin sekitar 100 hektar karena untuk bisa menjadi kawasan ekonomi khusus itu minimal 50 – 100 hektar yang bisa diamankan,” tutur Ibnu.
Ibnu menuturkan bahwa pihaknya akan mencoba berbicara dengan pihak swasta yang bisa menyediakan lahan.
Dimana lanjutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari lahan 100 hektar pertama dilakukan pembangunan apa.
“Kemudian juga sesuai dengan pelabuhan. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pemko. Membuat jalan dan infrastrukturnya akan segeranya kita rumuskan,” paparnya.
Sesuai kesepakatan, pihaknya juga akan bentuk Badan Pengelola Kawasan Industri Mantuil.
Selain Kawasan Industri Mantuil, rencananya pelabuhan industri di sana akan ada manufaktur pergudangan. Tentunya dapat menunjang bagi barang dan jasa.
Diketahui sebelumnya, di kawasan Mantuil rencananya akan dibangun SMK Kejuruan Vokasi yang akan menunjang Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan itu.
Hamdiah
Foto. Hamdiah







