Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 16 Agu 2023 14:27 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Diduga Ada Meriam Bersejarah Terbenam, Langgar Al-Hinduan Dibongkar


 Diduga Ada Meriam Bersejarah Terbenam, Langgar Al-Hinduan Dibongkar Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Langgar Al-Hinduan yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean, Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah dilakukan pembongkaran baru-baru tadi.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membeberkan pembongkaran itu dilakukan untuk rehabilitasi total terhadap langgar bersejarah itu sekaligus mencari benda bersejarah yang terbenam di dalam tanah dari bangunan tersebut.

Pasalnya, ada informasi menyatakan bahwa di bawah bangunan langgar itu terdapat benda sejarah yakni meriam senjata bertempur jaman dulu.

“Makanya saya titipkan pada pekerja, konsultan pengawas dan kontraktor untuk hati-hati bekerja. Mungkin saja ada peninggalan cagar budaya bersejarah yang dijaga dan dipelihara,” ucap Ibnu kepada awak media, Rabu (16/8/2023).

Dari informasi yang ada, meriam yang terbenam di lahan langgar itu lebih besar dibandingkan meriam yang telah ditemukan sebelumnya.

“Kemungkinan ini bagian dari bastion yang ada di Benteng Tatas. Jika ditemukan artinya meriam ketiga dari empat meriam yang disebutkan dalam sejarah Banjarmasin,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyebutkan rencananya langgar itu akan dijadikan museum dan monumen sebagai cagar budaya. Mengingat ada cerita sejarah dibalik berdirinya langgar itu.

Sejarah dari Langgar Al-Hinduan sendiri lanjut Ibnu ada yang tercatat di PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) pusat.

Dimana langgar itu pernah jadi tuan rumah saat pelaksanaan Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke 11 pada tahun 1936.

“Itu Muktamar pertama di luar pulau Jawa dan sebelum kemerdekaan. Hasil dari muktamar itu sangat monumental karena terkait dengan prinsip berbangsa negara, cita-cita tentang negara yang akan dibangun nanti dan lainnya,” paparnya.

Mengingat pembahasan mengenai rumusan negara, tentu keberadaan langgar tersebut bersejarah dalam perjalanan kemerdekaan negara Indonesia itu sendiri.

Sejarah itu lanjutnya, terus digali pihaknya seiring dengan adanya rencana untuk dijadikan kawasan cagar budaya di Kota Banjarmasin.

“Saya kira perlu dilindungi dan dilestarikan cagar budaya ini,” ujarnya.

Rehabilitasi pada bangunannya nanti tetap mempertahankan bangunan aslinya sesuai kajian tim ahli cagar budaya.

“Memang ada beberapa jenis tapi yang disepakati sudah desain terakhir dan apa-apa benda bersejarah di situ kita tempatkan lagi,” tutupnya.

Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin