terasbanua.my.id, Banjarmasin – Rencana pembangunan tempat penampungan atau shelter baru untuk anak jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng) sudah dilakukan lelang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana mengungkapkan pembangunan shelter itu akan terealisasi triwulan kedua.
“Di April atau Mei sudah dikerjakan kalau tidak salah,” ucap Dolly, Jumat (3/2/2023).
Rencananya shelter itu akan dibangun dengan tiga ruangan dengan daya tampung masing-masing ruangan bisa mencapai 60 orang.
“Itu nanti isinya berbeda. Misalnya disabilitas terlantar gepeng, orang lansia, hingga anak jalanan,” ujarnya.
Namun yang pasti lanjutnya, shelter itu lebih difungsikan untuk menampung gepeng yang terjaring razia untuk memberikan efek jera.
Pasalnya, selama ini gepeng yang berhasil terjaring hanya bisa di data saja dulu. Tidak bisa di tampung ke Rumah Singgah Baiman karena sebelumnya para gepeng itu pernah ditampung. Namun saat di tampung, para gepeng itu berbuat anarkis hingga merusak fasilitas yang ada.
“Rencananya shelter akan dibangun kokoh untuk menampung mereka agar tidak bisa merusak-rusak fasilitas lagi,” tuturnya.
Sementara itu, untuk pagu anggaran pembangunan shelter itu dibeberkannya sebesar Rp. 3,5 miliar yang rencananya dibangun di atas lahan luas kosong yang ada di Rumah Singgah Baiman.
“Diharapkan sebelum Hari Jadi Kota Banjarmasin itu sudah bisa diresmikan,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






