terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana akan mengubah sistem pengadaan mobil dinas yang digunakan oleh para pejabat. Pengubahan sistem pengadaan mobil dinas itu ialah dengan sistem sewa.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo mengatakan tujuan pengubahan sistem pengadaan mobil dinas itu adalah untuk efisien dalam penganggaran dan pemanfaatan aset.
“Secara kasat mata itu ada efesiensi dalam pemeliharaannya,” ucap Edy kepada awak media, Jumat (3/3/2023).
Selama ini lanjut Edy, pemeliharaan bahkan kerusakan dari mobil dinas yang digunakan pejabat dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
Namun jika melalui sistem sewa, tentu pemeliharaan unit mobil dinas menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
“Termasuk pajak kendaran dan mobil itu diasuransikan,” katanya.
Maka dari itu, wacana pengubahan sistem pengadaan mobil dinas itu mulai dipikirkan dan hendak direalisasikan melalui beberapa pertimbangan manfaat yang ada.
Saat ini, wacana itu masih dikaji dan dianalisa untuk pelaksanaannya nanti. Namun ia memastikan pelaksanaan akan menyasar pejabat eselon dua dulu secara bertahap.
“Jika memungkinkan sampai eselon tiga,” ujarnya.
Ia menargetkan realisasi pengadaan mobil dinas melalui sistem sewa bisa dianggarkan pada APBD perubahan 2023 mendatang.
Jika berbicara efesien dari pengadaan melalui sistem sewa itu lanjutnya, baru akan terlihat pada tahun berikutnya.
“Tahun pertama dan kedua ada penyusutan aset hingga tahun keempat dan kelima dampak efisiennya lumayan lah,” tuturnya.
Berapa besaran untuk penganggaran mobil dinas sewa itu, dirinya masih belum memastikan karena wacana itu masih dalam proses kajian.
Namun dengan kondisi sekarang, untuk pembelian mobil dinas baru untuk anggaran Rp. 2 miliar hanya akan dapat empat sampai lima unit saja.
Belum termasuk biaya pemeliharaannya yang bisa menghabiskan anggaran Rp. 28 juta beserta biaya surat menyurat.
“Jika sewa saja akan lebih banyak penyusutan dan efisiensinya,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






