terasbanua.my.id, Banjarmasin – Terdata ada sekitar 8 ribu lebih Kepala Keluarga (KK) kemiskinan ekstrim di Kota Banjarmasin pada tahun 2022 lalu.
Namun setelah data tersebut disandingkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ternyata yang diverifikasi hanya sekitar 5 ribu KK saja.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana menjelaskan ada kesalahan pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari data kemiskinan ekstrim tersebut.
“3 ribu KK itu missing. Entah ada NIK nya double ada yang tidak ada NIK nya,” ucap Dolly kepada awak media, Kamis (23/3/2023).
Menurutnya pendataan tidak cukup berpaku pada KK saja. Melainkan NIK juga yang termasuk sebagai indikator penilaian. Maka dari itu, jika ada kesalahan di bagian NIK akan sulit di verifikasi.
Dari 5 ribu data kemiskinan ekstrim itu nantinya akan dibuatkan Surat Keputusan (SK) sebagai sasaran penanggulangan kemiskinan ektrim di Kota Banjarmasin.
Dalam penanggulangan kemiskinan ekstrim itu lanjutnya, pihaknya siap menggandeng Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Di targetkan tahun 2024 harus nol. Makanya kita libatkan stakeholder terkait dalam penanggulangan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






