terasbanua.my.id, Banjarmasin – Cukup lama tutup. Namun hingga saat ini belum ada kabar kapan destinasi Kampung Ketupat dibuka kembali.
Mengingat sebelumnya, pihak pengelola PT Juru Supervisi Indonesia pernah berjanji akan kembali mengoperasionalkan Juni lalu. Namun nampaknya tak terealisasi.
Mengenai hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan investor dan menyampaikan kendala yang mereka hadapi.
“Terutama operatornya dianggap gagal dan ini kedua kalinya. Tapi karena kerja sama dengan Pemko selama 5 tahun ke depan, jadi mereka berupaya cari pengelola baru,” kata Ibnu baru-baru tadi.
Dari situ, PT Juru mencoba untuk menggandeng pengelola dari lokal yang paham dengan kondisi Kota Banjarmasin.
Tentunya, investor ingin dari pengelola baru nanti bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi dari pengelola sebelumnya.
“Mungkin pola harus dipahami karena dalam pengelolaan wisata ada tipikal dan khasnya di kawasan Banjarmasin ini,” ujarnya.
Untuk pengelolaan ke depan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memberikan masukan agar tidak berbayar lagi saat memasuki arena Kampung Ketupat.
Akan lebih baik lanjutnya, berbenah dari fasilitas yang disediakan seperti wadah bermain yang bisa dioptimalkan dalam pengenaan tarif.
“Termasuk makanan yang disajikan sesuai standar. Paling tidak sesuai lidah Banjar. Misalnya yang legend-legend itu bisa direkrut untuk berjualan di sana,” jelasnya.
Menurutnya, berbeda dengan wisata Pulau Jawa yang tetap banyak pengunjung meski ada tarif masuknya.
Namun itu tak berlaku di Kota Banjarmasin hingga memang harus di evaluasi dan disesuaikan agar bisa menarik wisatawan untuk datang.
“Paling penting itu jangan bayar, tapi dimaksimalkan wahana bermain dan makanannya disana. Insya Allah orang akan tertarik datang,” tuturnya.
Di samping itu, mengingat kegagalan pengelola terjadi sudah terjadi dua kali, ia berharap pengelola bisa belajar dan tentunya berharap Kampung Ketupat bisa kembali beroperasional segera.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






