terasbanua.my.id, Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin terjun langsung menelusuri kawasan terendah banjir paling parah yang terjadi seperti di Kelurahan Pemurus Dalam.
Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengatakan penelusuran dilakukan untuk mengetahui penyebab genangan banjir yang lambat surut di sejumlah titik tersebut.
“Padahal saat ini sungai-sungai besar sudah surut. Namun aliran drainase ataupun sungai kecil di titik-titik banjir ini lambat turunnya ke sungai besar,” ungkap Husni saat terjun langsung di kawasan Kelurahan Pemurus Dalam, Kamis, (23/1/2025) kemarin.
Menurut Thamrin hal itu disebabkan adanya sumbatan-sumbatan yang terjadi terutama pada aliran drainase.
Maka dari itu, jajaran BPBD Kota Banjarmasin bergotong royong bersama Pasukan Turbo Kelurahan melakukan pembersihan.
“Kita coba cari sumbatan-sumbatan agar air segera turun. Selain itu, membersihkan drainase dari sampah dan membersihkan sungai dari enceng gondok,” tuturnya.
Sebelumnya diungkapkannya, dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sendiri sudah menerjunkan 30 kapal pembersih eceng gondok di sungai besar.
Tak dipungkirinya, penyebab lain banjir saat ini dikarenakan air kiriman dari kabupaten/kota tetangga imbas dari intensitas hujan tinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diprediksi sampai pertengahan tahun nanti.
“Kalau banjir rob itu disebabkan pasang air laut. Dimana puncaknya sudah di tanggal 17 kemarin dan saat ini disebabkan intensitas hujan tinggi, air kiriman dan adanya sumbatan,” terangnya.
Di samping itu, selain memantau kondisi banjir. Pihaknya juga terus siap siaga jika memang ada warga yang terdampak banjir perlu dievakuasi.
“Kalau pun diperlukan mendirikan posko kita akan segera dirikan posko. Tapi kita cari lokasi yang paling memungkinkan agar bisa membantu warga yang terdampak,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






