terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (Silinas) dan E-Katalog Industri Kecil dan Menengah (IKM) digelar di Galaxy Hotel Banjarmasin, Senin (22/7/2024).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan kegiatan sosialisasi itu bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku IKM mengenai sistem penyediaan barang dan jasa secara online melalui Silinas dan E-Katalog.
“Kita ingin memajukan para IKM yang mana dengan adanya sistem Silinas E-Katalog memudahkan mereka dalam menawarkan barang dan jasa secara online dengan proses yang cepat,” ucap Arifin usai membuka kegiatan.
Selain itu, melalui teknologi itu jangkauan pemasaran barang dan jasa dari para IKM lebih luas lagi. Tentunya diharapkan hal itu dapat memicu geliat IKM di Kota Seribu Sungai.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menuturkan tujuan lain dari sosialisasi juga sekaligus memberikan pendamping para IKM agar memiliki akun Silinas dan E-Katalog.
“Dan menyampaikan laporan setiap 6 bulan sekali,” kata Tezar sapaan akrabnya.
Dimana lanjut Tezar, laporan itu harus dimasukan dalam akun Silinas masing-masing para IKM. Mengingat laporan merupakan hal wajib yang harus disampaikan para IKM maupun industri besar.
Di sisi lain, menurutnya memiliki akun atau sudah terdaftar Silinas tentunya ada keuntungan yang didapat. Contohnya eksistensi yang bisa diakses langsung melalui akun tersebut.
“Mereka juga diberikan perlindungan hukum karena sesuai dengan amanah UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang perindustrian,” tuturnya.
Keuntungan lainnya, IKM yang sudah mendaftar di Silinas bisa mendaftarkan sertifikat TKDN secara gratis.
“Jadi banyak manfaat yang diberikan khususnya para IKM yang mengikuti sosialisasi ini,” ujarnya.
Di samping itu, tak dipungkirinya hingga saat ini masih ada IKM yang kesulitan mengaplikasikan terutama E-Katalog.
Tentunya, pihaknya terus mendorong para IKM agar bisa menggunakan E-Katalog melalui pendampingan yang dilakukan.
“Pembinaan IKM cukup banyak ribuan. Namun memang yang mendaftar Silinas dan E-Katalog hanya 120 dan saat ini mengikuti sosialisasi hanya 100 IKM karena keterbatasan anggaran. Jadi 120 itu kita filtrasi menjadi 100,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






