terasbanua.co.id, Banjarmasin – Ubinan padi varietas unggul Mekongga berhasil dilakukan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Bersama di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Ubinan merupakan cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi melalui pengambilan titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang.
Tentunya dari hasil itulah yang dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi padi dalam satu hektar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari demplot Demontration Plot atau percontohan percepatan tanam yang telah dimulai sejak tanggal tanam pada 23 November 2023 seluas 2 hektare.
“Alhamdulillah kemarin kita berhasil melakukan metode tersebut ke petani Sungai Lulut,” ucap Yuliansyah baru-baru tadi.
Yuliansyah mengungkapkan hasil dari ubinan panen tersebut mencapai 2,8 kilogram per ubinan, yang setara dengan produktivitas mencapai 4,48 ton per hektar.
Hasil itu lanjutnya, sebagai usaha intesifikasi tanam yang diterapkan oleh Gapoktan Karya Bersama dan patut diapresiasi karena di luar kebiasaan tanam padi masyarakat setempat.
“Insya Allah kita akan rekomendasikan ke petani-petani lainnya untuk melakukan metode serupa,” ujarnya.
Menurutnya jika seluruh kecamatan menerapkan teknik tanam varietas unggul dan pola tanam dalam usaha tani mereka. Tentu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan di wilayah ini atau IP 2.
Di samping itu, pihaknya berencana akan mengusulkan tanam benih siam madu karena jenisnya sama pera seperti yang dimintai warga.
“Mudah-mudahan ke depan para petani bisa melakukan tanam padi unggul, yang bisa menanam setahun 2 kali,” akhirnya.
Hamdiah
Foto.






