Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 16 Agu 2023 16:05 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Berawal Renovasi, Ditemukan Benda Bersejarah Diduga Alat Tempur Meriam di Langgar Al-Hinduan


 Berawal Renovasi, Ditemukan Benda Bersejarah Diduga Alat Tempur Meriam di Langgar Al-Hinduan Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dikabarkan
terdapat benda bersejarah yakni meriam yang terbenam di bawah teras Langgar Al-Hinduan berawal dari renovasi yang dilakukan pada tahun 1988 atau 1989.

Menurut keterangan Abdurrahim pengurus sekaligus imam di Langgar Al-Hinduan saat membongkar bangunan untuk di renovasi terlihat besi bulat besar seperti drum tertanam di tanah.

“Diperkirakan itu meriam cuman belakangnya yang kelihatan,” ungkap Abdurrahim saat ditemui terasbanua.my.id di kediamannya, Rabu (16/8/2023).

Pada saat itu, pihaknya tidak berani memindah atau mengeluarkan besi besar itu karena posisinya tertanam dan miring ke jalan.

“Takut tanah amblas dan  kami tidak melapor ke pemerintah. Jadi ditimbun tanah lagi untuk dibangun,” katanya.

Tentunya temuan alat tempur jaman penjajahan itu rata-rata diketahui oleh warga setempat pada masa itu karena sempat gempar dan pernah diberitakan di koran.

Ingin dikeluarkannya meriam bersejarah itu lanjutnya, usai cerita adanya meriam tertanam di lahan langgar itu terdengar sampai di telinga orang nomor satu di Kota Banjarmasin.

Untuk itu, dilakukan rehabilitasi total pada bangunan langgar yang dinilai memiliki sejarah penting dulunya.

“Informasi yang saya tahu, untuk memastikan ada tidaknya meriam itu dipanggil juga para arkeologi” ujarnya.

Pria usia 51 tahun membeberkan dari informasi sejarah yang ia ketahui bentuk bangunannya dulu merupakan rumah Banjar jaman dulu.

Dimana rumah tersebut dipilih menjadi pelaksanaan Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke 11 pada tahun 1936 dan pertama kalinya dilaksanakan di Kalimantan.

“Meski bentuknya seperti rumah tapi sudah dijadikan tempat ibadah,” ujarnya.
Aset bangunan itu sendiri lanjutnya, merupakan hibahan dari salah seorang warga setempat untuk dijadikan tempat ibadah.

“Milik ibu Syarifah Salmah Al-Hinduan yang mana setelah dihibahkan pergi ke Mekkah dan menetap di sana beliau,” akhirnya.

Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 52 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin