terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dikabarkan
terdapat benda bersejarah yakni meriam yang terbenam di bawah teras Langgar Al-Hinduan berawal dari renovasi yang dilakukan pada tahun 1988 atau 1989.
Menurut keterangan Abdurrahim pengurus sekaligus imam di Langgar Al-Hinduan saat membongkar bangunan untuk di renovasi terlihat besi bulat besar seperti drum tertanam di tanah.
“Diperkirakan itu meriam cuman belakangnya yang kelihatan,” ungkap Abdurrahim saat ditemui terasbanua.my.id di kediamannya, Rabu (16/8/2023).
Pada saat itu, pihaknya tidak berani memindah atau mengeluarkan besi besar itu karena posisinya tertanam dan miring ke jalan.
“Takut tanah amblas dan kami tidak melapor ke pemerintah. Jadi ditimbun tanah lagi untuk dibangun,” katanya.
Tentunya temuan alat tempur jaman penjajahan itu rata-rata diketahui oleh warga setempat pada masa itu karena sempat gempar dan pernah diberitakan di koran.
Ingin dikeluarkannya meriam bersejarah itu lanjutnya, usai cerita adanya meriam tertanam di lahan langgar itu terdengar sampai di telinga orang nomor satu di Kota Banjarmasin.
Untuk itu, dilakukan rehabilitasi total pada bangunan langgar yang dinilai memiliki sejarah penting dulunya.
“Informasi yang saya tahu, untuk memastikan ada tidaknya meriam itu dipanggil juga para arkeologi” ujarnya.
Pria usia 51 tahun membeberkan dari informasi sejarah yang ia ketahui bentuk bangunannya dulu merupakan rumah Banjar jaman dulu.
Dimana rumah tersebut dipilih menjadi pelaksanaan Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke 11 pada tahun 1936 dan pertama kalinya dilaksanakan di Kalimantan.
“Meski bentuknya seperti rumah tapi sudah dijadikan tempat ibadah,” ujarnya.
Aset bangunan itu sendiri lanjutnya, merupakan hibahan dari salah seorang warga setempat untuk dijadikan tempat ibadah.
“Milik ibu Syarifah Salmah Al-Hinduan yang mana setelah dihibahkan pergi ke Mekkah dan menetap di sana beliau,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






