terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tumpukan sampah di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Tepatnya di depan Komplek Mahatama nampak sudah terkontrol.
Bahkan jalan yang dulunya disebut Jalan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina sudah tertutup sampah hingga tidak bisa melintasi lagi.
Hal itu, tentunya membuat Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda bergerak cepat melakukan penanganan sampah terutama menghilangkan TPS liar seperti di kawasan tersebut.
Sebelumnya, diungkapkan salah satu petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Romaini, sampah yang tertimbun di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan merupakan sampah warga Kota Banjarmasin sendiri.
Pasalnya, semenjak TPAS Basirih tak ada tempat dengan kapasitas luas yang bisa menampung. Sementara TPA Banjarbakula tidak menerima semua sampah dari Kota Banjarmasin.

Dari pihaknya sendiri, mengangkut sampah dari wilayah Veteran, Banua Anyar, hingga Gatot. Belum termasuk sampah dari wilayah lain yang diangkut petugas kebersihan lain.
“Kondisinya seperti itu, belum lagi jarak tempuh yang jauh hingga sampah tidak terangkut semua. Malah menumpuk sampai meluber ke jalan,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pemulung, Muniah mengaku semenjak TPAS Basirih ditutup penghasilannya pun berkurang jauh.
Mengingat dirinya dan suaminya terbiasa memulung TPAS Basirih. Dimana setiap harinya penghasilan keduanya bisa sampai Rp. 100 ribu.
“Sekarang hanya dapat Rp. 40 ribu saja dan mampunya beli beras satu liter saja. Jadi mau nangis rasanya,” ungkapnya.
Sebelumnya, bebernya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pernah berjanji akan memberdayakan mereka untuk pemilahan sampah di sejumlah titik. Namun nyatanya tidak.
Selain itu, dirinya sempat mencoba mencari peruntukan di TPS atau tempat lain. Namun tak diperkenankan pemulung lain yang sudah lebih dulu menempati.
“Pusing, makanya kami berharap ada solusinya karena ini soal menyambung hidup,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






