Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 25 Feb 2025 19:45 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Berawal Ditumpuk Sementara, Tumbukan Sampah di Jalan Lingkar Dalam Selatan Jadi TPS Liar


 Berawal Ditumpuk Sementara, Tumbukan Sampah di Jalan Lingkar Dalam Selatan Jadi TPS Liar Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Tumpukan sampah di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Tepatnya di depan Komplek Mahatama nampak sudah terkontrol.

Bahkan jalan yang dulunya disebut Jalan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina sudah tertutup sampah hingga tidak bisa melintasi lagi.

Hal itu, tentunya membuat Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda bergerak cepat melakukan penanganan sampah terutama menghilangkan TPS liar seperti di kawasan tersebut.
Sebelumnya, diungkapkan salah satu petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Romaini, sampah yang tertimbun di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan merupakan sampah warga Kota Banjarmasin sendiri.

Pasalnya, semenjak TPAS Basirih tak ada tempat dengan kapasitas luas yang bisa menampung. Sementara TPA Banjarbakula tidak menerima semua sampah dari Kota Banjarmasin.

Dari pihaknya sendiri, mengangkut sampah dari wilayah Veteran, Banua Anyar, hingga Gatot. Belum termasuk sampah dari wilayah lain yang diangkut petugas kebersihan lain.

“Kondisinya seperti itu, belum lagi jarak tempuh yang jauh hingga sampah tidak terangkut semua. Malah menumpuk sampai meluber ke jalan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pemulung, Muniah mengaku semenjak TPAS Basirih ditutup penghasilannya pun berkurang jauh.

Mengingat dirinya dan suaminya terbiasa memulung TPAS Basirih. Dimana setiap harinya penghasilan keduanya bisa sampai Rp. 100 ribu.

“Sekarang hanya dapat Rp. 40 ribu saja dan mampunya beli beras satu liter saja. Jadi mau nangis rasanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, bebernya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pernah berjanji akan memberdayakan mereka untuk pemilahan sampah di sejumlah titik. Namun nyatanya tidak.

Selain itu, dirinya sempat mencoba mencari peruntukan di TPS atau tempat lain. Namun tak diperkenankan pemulung lain yang sudah lebih dulu menempati.

“Pusing, makanya kami berharap ada solusinya karena ini soal menyambung hidup,” pungkasnya.

Hamdiah
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Pemko Banjarmasin Menggelar Salat Minta Hujan

31 Agustus 2026 - 12:02 WITA

Perda Nomor 3 Tahun 2026 disahkan, Pemko Banjarmasin Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pembangunan

25 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Atasi Dangkalnya Sungai Baru, Pemko Banjarmasin Geber Normalisasi di Musim Kemarau

25 Agustus 2026 - 12:23 WITA

Badminton Demokrat Kalsel Cup 2026 Semarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat

22 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Bintang Orado Semarakkan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Kalsel Tekankan Kebersamaan

22 Agustus 2026 - 13:07 WITA

Banjarmasin Tampilkan Cabor Ski Air dan Wakeboard di Wali Kota Cup 2026

22 Agustus 2026 - 12:30 WITA

Trending di Banjarmasin