terasbanua.my.id, Jakarta – Ada dua agenda utama yang dibahas dalam Rapat Pleno Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat bertempat di Aula Yudhoyono DPP Partai Demokrat, Jumat (13/10/2023) siang.
Agenda pertama membahas mengenai perkembangan terbaru situasi politik terutama mengenai Pemilihan Presiden.
Apalagi sebelumnya, Partai Demokrat telah resmi mendeklarasikan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto baru-baru tadi.
“Alhamdulillah penerimaan publik secara umum positif. Ada sekitar 60 persen mengatakan bahwa sudah tepat Partai Demokrat keluar dari koalisi sebelumnya,” ungkap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memimpin langsung Rapat Pleno Pengurus DPP Partai Demokrat di Aula Yudhoyono DPP Partai Demokrat, Jumat (13/10/2023) siang.
Tidak hanya itu, sebagian besar juga ada yang menyampaikan tepat Partai Demokrat berada di koalisi saat ini mendukung Capres Prabowo Subianto.
Untuk itu lanjut AHY, Partai Demokrat terus berkomitmen seperti yang sudah ditunjukkan semenjak mendeklarasikan Capres Prabowo Subianto.
“Mari tetap kita fokus bagaimana memenangkan Pak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8,” serunya.
Di sisi lain, Ia menyampaikan kepada para pengurus DPP Partai Demokrat mengenai pertemuan antara Bapak SBY dan Presiden Jokowi pada tanggal 3 Oktober yang lalu.
Ia menjelaskan dalam pertemuan itu didorong oleh para elit pimpinan partai politik Koalisi Indonesia Maju. Dimana Partai Demokrat ada dalam Koalisi Indonesia Maju.
“Tentunya secara umum partai-partai pengusung adalah partai-partai yang ada dalam pemerintahan, sehingga kalau Pak SBY bertemu bersilaturahim dengan Presiden Jokowi akan bagus,” paparnya.
“Apalagi kita tahu, mungkin terakhir one-on-one pertemuan seperti itu empat tahunan yang lalu. Tentu selain membahas situasi negeri terkini juga membahas terkait dengan Pemilu 2024,” sambungnya.
Dirinya menegaskan adanya informasi beredar yang menyebutkan pertemuan itu berbicara tentang semacam tukar guling sangat tidak benar.
“Jika kita mendukung cawapres tertentu maka Demokrat akan mendapat jatah menteri. Tidak benar 100 persen , tidak ada pembicaraan terkait itu,” tekannya
Kalaupun urusan kabinet, tentu semua itu menjadi hak prerogatif Presiden. “Jadi hanya Bapak Presiden yang bisa mengutarakan hal itu,” imbuhnya.
Mengenai Calon Wakil Presiden (Cawapres) menurutnya masih terus dilakukan penggodokan bersama.
“Nanti malam insya Allah saya termasuk para Ketua Umum Partai-partai pengusung dalam koalisi Indonesia Maju akan diundang Pak Prabowo ke Kertanegara. Saya ngga tahu apakah sudah ada yang diputuskan,” bebernya.
Tentunya sebagai pendatang paling baru di koalisi, Capres Prabowo selalu membuka ruang untuk diskusi dengan Partai Demokrat. “Beliau tanya apa yang dipikirkan dan apa yang menjadi pandangan dari Demokrat. Kita punya hak di situ dan kita dibuka ruang untuk memberikan pandangan dan menyampaikan aspirasi,” tambahnya.
Namun yang jelas lanjutnya, Partai Demokrat tidak mengusulkan kader utamanya. Kendati demikian, tetap harus dipikirkan yang mana ada satu nama yang dinilai bisa di usung menjadi Cawapres.
“Bu Khofifah, Gubernur Jawa Timur, dengan sejumlah faktor dan pertimbangan. Tetapi pada akhirnya kita kunci dengan satu kalimat yang jelas, itu pandangan dan masukan dari Partai Demokrat, selebihnya urusan pengambilan keputusan terkait dengan cawapres, ya dikembalikan, diberikan secara langsung kepada capres, yaitu Pak Prabowo Subianto yang sudah kita deklarasikan,” tukasnya.
Pada prinsipnya posisi Partai Demokrat saat ini ada tiga. “Pertama, kita ingin Pak Prabowo ini menang dalam pemilihan presiden. Yang kedua, kewenangan untuk memilih cawapres, ya ditentukan oleh Pak Prabowo sendiri sebagai Capres. Dengan niat dan tujuan serta pertimbangan bahwa pasangan Cawapres tersebut akan membawa kemenangan. Yang ketiga, Partai Demokrat akan berjuang penuh untuk memenangkan Pak Prabowo. Siapapun pada akhirnya pasangan yang dipilih. Karena tujuan kita menang,” tegas kembali.
“Kita ingin Pak Prabowo jadi Presiden, yang kedua kita ingin Demokrat bangkit dan sukses besar dalam Pemilu 2024,” serunya.
Sementara untuk agenda Pileg 2024, AHY memompa semangat kader untuk terus bertemu rakyat sebanyak-banyaknya. “Itu ngga berubah ilmunya. Jadi semakin banyak ketemu masyarakat, semakin sering ketemu masyarakat, insya Allah kemenangannya juga makin baik,” ujar AHY.
”Saya hanya mengingatkan jangan sampai jumlah baliho lebih banyak daripada jumlah suara di TPS. Tapi saya akui semangatnya luar biasa. Bagus itu harus dipertahankan. Serangan darat, ketuk pintu, rumah ke rumah, warung ke warung, balai pertemuan ke balai pertemuan yang lain, tolong itu semua dilakukan. Tetap semangat semuanya ya,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. istimewa






