terasbanua.my.id, Banjarmasin – Akibat cuaca ektrem yang terjadi beberapa waktu lalu hingga menyebabkan pohon tumbang dan memakan korban. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin agar mengontrol pohon-pohon yang tumbuh di kota Seribu Sungai.
“Terutama pohon-pohon yang berpotensi tumbang jika dilanda angin kencang dan hujan lebat. Apakah harus dipangkas,” ucap Ibnu Sina, Selasa (9/5/2023).
Diungkapkan Ibnu, dirinya pernah melihat di daerah lain, beberapa pohon yang dipertahankan diberi penyangga agar tidak tumbang jika diterpa angin kencang.
Menurutnya mungkin cara tersebut bisa jadi acuan DLH Kota Banjarmasin untuk perawatan pohon-pohon di Kota Banjarmasin ke depan.
“Di tempat-tempat lain, diberi penyangga itu supaya pohon tetap bertahan dan tidak menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan,” katanya.
Menanggapi saran tersebut, Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan cara itu cukup bagus. Namun sebelum diterapkan perlu dipastikan terlebih dahulu. Apakah bisa berjalan efektif atau tidak.
“Karena pohon kan tinggi. Kalau di pinggir jalan agak sulit di pagar-pagar lagi. Tapi jika di tempat yang tidak menganggu pengguna jalan mungkin bisa dilakukan penyangga atau pemagaran,” tuturnya.
Di samping itu, diungkapkannya ada upaya lain untuk antisipasi dampak cuaca ektrem yang bisa berakibat pohon tumbang. Apalagi sampai memakan korban.
Upaya tersebut adalah pemeriksaan pohon melalui alat khusus yakni USG untuk pohon yang mana alat itu dapat mengetahui pasti kondisi pohon.
“Dari USG itu kita jadi tahu apakah pohon itu sudah lapuk atau tidak. Pohon itu bertahan sampai berapa lama,” ujarnya.
Adapun saat ini, alat USG itu masih dalam proses pengadaan oleh pihaknya agar bisa segera dilakukan pemeriksaan pada pohon.
Sementara jumlah pohon yang ditanam oleh Pemko Banjarmasin saat ini terdata 7.107 pohon yang mana jumlah itu terbagi dalam berbagai klasifikasi pohon. Mulai dari usia, diameternya, dan letak koordinatnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






