terasbanua.my.id, Banjarmasin – Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2022 lalu, angka kemiskinan di Kota Banjarmasin mengalami penurunan hingga 4,74 persen.
“Dibandingkan tahun 2021 lalu angka kemiskinan kita berada 4,89 persen,” ucap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, Jumat (17/3/2023) kemarin.
Berhasilnya menurunkan angka kemiskinan tak lepas dari kerja keras Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui program yang telah banyak dikeluarkan untuk penanggulangan kemiskinan tahun 2022.
Seperti memberikan program berasko (beraskota) untuk warga miskin yang tidak mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp. 3,6 milyar.
Selanjutnya, bedah rumah bagi warga tidak mampu melalui program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu)
“Sebanyak 124 unit nilainya sebesar Rp. 2,9 milyar,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengeluarkan anggaran untuk bantuan inflasi melalui program bantuan inflasi kepada 3 sektor pertama UMKM senilai Rp. 4,3 milyar. Lalu untuk petani dan perikanan sebanyak Rp. 258 juta.
Ditambah pada sektor transportasi Rp.389 juta lebih dengan total untuk bantuan ke warga miskin yang terdampak inflasi itu 5 milyar 38 juta 500 ribu rupiah.
“Sumber dana dari APBD 2 persen dari belanja tidak terduga,” ucapnya.
Ia menambahkan pihaknya juga memiliki program rekomendasi untuk mendapatkan KIP (kartu Indonesia pintar) dan juga kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bekerjasama langsung dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk pendamping Jamkesda.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






