terasbanua.my.id, Banjarmasin – Akhirnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin memiliki gedung baru yang sangat representatif, jika dibandingkan sebelumnya.
Gedung baru kantor BPBD Kota Banjarmasin itu memiliki lantai dua itu terlihat megah dari dalam maupun dari luar.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berharap dengan gedung baru itu bisa menunjang kinerja para jajaran BPBD Kota Banjarmasin dalam penanganan bencana di kota berjuluk Seribu Sungai.
Selain itu, persoalan BPBD Kota Banjarmasin yang selama ini kesulitan menyimpan peralatan logistik karena ruangan kantor yang sempit akhirnya terpecahkan.
“Dalam segi ukuran sudah sangat representatif terutama peralatan logistik dan peralatan lapangan,” ucap Ibnu usai meresmikan Kantor BPBD Kota Banjarmasin yang ditandai dengan pemotongan pita pada Jumat (20/1/2023).
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang telah mewujudkan impian mereka yang sejak lama mengharapkan kantor yang representatif dan bisa menampung segala macam peralatan logistik.
“Mudah-mudahan gedung baru ini bisa menunjang kinerja kami para jajaran BPBD lebih bagus lagi ke depan,” katanya.
Tak dipungkirinya, sebelum ada kantor baru ini pihaknya tidak memiliki sarana prasarana tempat untuk penyimpanan peralatan logistik.
Karena kondisi tersebut lanjutnya, sering sekali usulan bantuan penambahan sarana prasarana maupun peralatan logistik yang diajukan ke pemerintah pusat tidak dikabulkan.
“Setelah mereka survei ternyata kita ditolak. Alasannya karena tidak ada tempat penyimpanan,” tuturnya.
“Kata mereka kalau kita kasih misalnya perahu karet, tenda dan lainnya akan di simpan di mana? Nanti rusak. Maka itu kita tidak dapat karena salah satu syarat pengajuan yang harus memiliki tempat yang representatif,” sambungnya.
Padahal menurutnya, bantuan penambahan peralatan logistik sangat diperlukan oleh BPBD Kota Banjarmasin. Apalagi bencana yang sering terjadi di kota berjuluk Seribu Sungai itu adalah banjir rob yang sudah jadi langganan setiap tahunnya.
Belum lagi potensi bencana lain seperti angin kencang hingga cukup sering terjadinya pohon tumbang ke jalan atau mengenai bangunan di sekitarnya.
“Terutama banjir rob, pasang surut air yang terjadi sering terjadi makanya kita perlu peralatan di air seperti perahu karet,” tuturnya.
Sejauh ini BPBD Kota Banjarmasin baru mempunyai dua perahu karet dan rencananya di tahun ini akan ada penambahan satu perahu karet lagi.
Ia berharap supaya di tahun berikutnya akan ada penambahan perahu karet lainnya lagi karena jumlah idealnya memang lima perahu karet untuk disebar di setiap Kecamatan saat penggunaannya nanti. Mengingat hampir semua wilayah di lima Kecamatan itu terdampak banjir rob.
“Upaya warga bisa terlayani tanpa harus menunggu perahu yang digunakan di kawasan lain, tim yang bekerja pun bisa lebih terbantu,” cetus.
Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan penambahan kendaraan trail. Pasalnya, ada beberapa kawasan yang terkena bencana aksesnya sulit dilintasi terkecuali hanya roda dua.
Tidak hanya itu, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di BPBD Kota Banjarmasin saat bertugas di lapangan juga turut jadi perhatian pihaknya.
“Pernah satu kejadian itu beruntun pohon tumbang hingga anggota cukup kewalahan, mereka juga capek, karena jumlahnya terbatas,” bebernya.
Saat ini anggota BPBD di lapangan cuma ada 22 orang yang dibagi tiga regu dan terdiri dari 7-8 orang saja. Mereka bekerja sistem shif dari jam 8 pagi ke 8 malam disambung jam berikutnya.
“Tadi kami juga sudah sampaikan dengan pimpinan, kalau bisa anggota diperbanyak, paling tidak 10 anggota per tim,” harapnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






