terasbanua.my.id, Banjarmasin – Program revitalisasi Pasar Batuah yang sempat tertunda di tahun 2022 lalu rencananya akan dilanjutkan di tahun 2024 ini.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pengamanan aset memang diagendakan tahun ini hanya saja menunggu waktu yang tepat.
Mengingat di tahun ini banyak agenda penting yang dilaksanakan seperti Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilikan kepala daerah (pilkada), sehingga semua harus menjaga suasana kondusif.
“Namun yang jelas itu aset pemerintah kota jadi harus kita ambil,” ucap Ibnu.
Tentunya dalam penertibannya nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menuturkan dalam pengamanan pihaknya akan membicarakan bersama tim yang sudah dibentuk sebelumnya.
“Tentunya kami laporkan dulu dengan pimpinan,” kata Tezar sapaan akrabnya.
Diakui Tezar selama ini usaha pengamanan aset di lahan itu sebenarnya sudah maksimal dilakukan pihaknya.
Namun memang adanya penolakan dari warga yang bermukim di lahan itu yang membuat terkendala dan eksekusinya molor.
“Insya Allah kita tetap perjuangkan ini dan mudah-mudahan kawan-kawan yang menempati bisa menyadari karena lahan itu milik Pemko Banjarmasin,” terang Tezar.
Mengingat sebelumnya, gugatan penolakan dari warga Batuah terhadap rencana itu ditolak. Baik itu, di Pengadilan Negeri (PN) maupun Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) di Jakarta.
Menurutnya realisasi program strategis milik Pemko Banjarmasin itu kian mantap seiring tidak ada lagi penarikan retribusi pasar.
“Tidak ada lagi,” ujarnya.
Disinggung mengenai penawaran solusi yang ditawarkan dulu apakah masih berlaku? Tezar menjawab akan dibicarakan dulu bersama tim.
“Kita bicarakan dengan tim teknis seperti apa bagusnya karena itu tawaran untuk kemarin. Nanti kalau misalnya ke depan seperti apa nanti disampaikan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






