terasbanua.my.id, Banjarmasin – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin menggelar simulasi pemungutan suara dalam rangka persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 di Halaman Taman Budaya Kayu Tangi, Selasa (23/1/2024).
Ketua KPU Kota Banjarmasin, Rusnaillah mengatakan pelaksanaan dari simulasi pemungutan suara sesuai, dengan situasi aslinya nanti.
“Mulai dari setting TPS (Tempat Pemungutan Suara), petugas TPS dan langkah-langkah pelaksana sesuai termasuk pemilih aslinya yang diwakili seperti DPT (Daftar Pemilih Tetap), DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dan lainnya,” ucap Rusnaillah kepada awak media.
Rusnaillah menuturkan tujuan pelaksanaan itu untuk mengetahui estimasi waktu setiap pemilih dalam memberikan hak suaranya.
Dalam simulasi itu juga sekaligus uji coba Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) untuk perhitungan suara.
“Kami tentunya ingin mengetahui sejauh mana petugas kita siap dengan tugasnya di TPS terutama KPPS (Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara,” kata Rusnaillah.
Mengingat pada tanggal 25 Januari 2024 mendatang para KPPS akan dilantik. Setelah resmi dilantik mereka akan dikenalkan dengan Sirekap dan harus mendownload langsung di smartphone masing-masing.
Selanjutnya mulai dari tanggal 26 Januari itu, para KPPS akan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di kelurahan masing-masing secara bergantian selama 3 hari ke depan.
“Yang melakukan Bimtek adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS) dibantu PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan),” ujarnya.
Ia berharap dari pelaksanaan simulasi ini para petugas bisa benar-benar paham dengan tugasnya masing-masing dan pada pelaksanaan pemilu di 14 Februari 2024 mendatang pelaksananya bisa berjalan sukses.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor yang menghadiri kegiatan simulasi pemungutan suara berharap seluruh masyarakat terutama warga Kota Seribu Sungai dapat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pemilu nanti.
“Kita berharap masyarakat gunakan hak pilih sebaik-baiknya,” kata Arifin.
Tentunya lanjut Arifin, melalui simulasi ini masyarakat akan mengerti tata cara memberikan hak suara secara sah dengan lima kertas suara yang tersedia.
Mulai dari pemilihan pasangan Presiden RI DPRD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan pemilihan kepala daerah.
“Mudah-mudahan dengan simulasi ini masyarakat bisa mengerti dan paham untuk menyalurkan hak suaranya,” tutur Arifin.
Ia berharap selama pelaksanaan pemilu nanti dapat berjalan aman dan damai. Meski berbeda-beda pilihannya.
“Gunakan hak pilih sesuai hati nurani masing-masing. Pilihan boleh berbeda tapi kita tetap bersatu untuk Indonesia,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






