terasbanua.co.id, Banjarmasin – Menghilangkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Banjarmasin akan menjadi tugas berat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin ke depan.
Bukan tanpa alasan, menurut Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memindah TPS saja sangat sulit dilakukan karena adanya penolakan masyarakat dan alasan lainnya.
“Target kita ingin menghilangkan TPS khususnya di pinggir tapi itu tidak mudah,” ungkap Ibnu kepada awak media beberapa waktu lalu.
Secara nasional lanjut Ibnu, targetnya di tahun 2030 sudah tidak ada lagi TPS dan sampah sudah harus terbuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Maka dari itu, Pemko Banjarmasin meluncurkan inovasi Surung Sintak sebagai solusi dengan memberdayakan paman gerobak untuk mengambil sampah langsung ke rumah warga.
“Termasuk mengedukasi masyarakat agar bisa memilah sampah dari sumbernya,” ujarnya.
Menurutnya pemilihan sampah langsung dari kelompok masyarakat menjadi kunci dalam upaya mengurangi volume sampah yang terbuang.
Di sisi lain, ke depan Pemko Banjarmasin akan coba bekerja sama dengan pihak hotel, restoran, rumah makan dan sejenisnya untuk pengelolaan limbah yang dihasilkan.
“Kita pastikan yang memiliki pipa yang tersambung saluran limbah maka mereka harus menjadi pelanggan PALD Domestik,” tuturnya.
Percontohan kerja sama itu lanjutnya, sudah dilakukan pada objek wisata kuliner di Bandarmasih Tempoe Doeloe.
Dimana kawasan yang lebih dikenal Kota Lama itu telah dilakukan penataan oleh Pemko Banjarmasin.
“Jadi semua rumah makan, cafe di sana membuang limbahnya di saluran limbah dan jadi pelanggan PD PALD,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






