terasbanua.co.id, Banjarmasin – Di momentum peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Disabilitas Internasional, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memberikan apresiasi kepada pilar-pilar sosial yang telah berkontribusi untuk peduli terhadap persoalan kaum penyandang disabilitas di Kota Seribu Sungai.
Salah satu penerima apresiasi penghargaaan yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina adalah Yayasan Kaki Kota Banjarmasin.
Direktur Eksekutif Yayasan Kota Banjarmasin, Muhammad Syahreza mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Pemko Banjarmasin.

“Tentunya ini tak lepas dari semua pihak melalui kolaborasi yang telah dilakukan,” ucap Reza kepada terasanua.co.id usai menerima apreasiasi penghargaan di Himalaya Ball Room HBI Kota Banjarmasin, Selasa (19/12/2023).
Dari berbagai kolaborasi yang dilakukan itu lanjut Reza, banyak program Kaki Kota Banjarmasin yang telah berhasil dijalankan untuk kemajuan Kota Banjarmasin sebagai kota inklusi.
Dimana selama ini Kaki Kota Banjarmasin tidak hanya melibatkan dari Pemko Banjarmasin. Tapi juga berkolaborasi dan bekerjasama seperti Kota Kita Surakarta, Global Disability Inovation Hub, University College London, GIZ Germany dan lainnya untuk mewujudkan Kota Banjarmasin yang ramah disabilitas.
Salah satunya pembuatan Roadmap Kota Inklusi, dimana Kota Banjarmasin menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki program tersebut.
“Akhirnya Kota Banjarmasin berhasil menjadi percontohan bagi daerah lain seperti Semarang, Bali dan Denpasar,” ungkap Reza.
Kota Banjarmasin juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas.
“Dari situ dapat menunjukan bahwa Kota Banjarmasin sangat fokus untuk ke kota inklusi,” tuturnya.
Selain itu, program lainnya seperti pemberdayaan wirausaha untuk penyandang disabilitas di Kota Banjarmasin dan zona sekolah yang aman dan inklusif.
Ada dua sekolah inklusif yang jadi percontohan dalam program tersebut yakni SD Negeri Gadang 2 Banjarmasin dan SMP Negeri 10 Banjarmasin.
“Bertujuan agar lalu lintas di kawasan sekolah itu menjadi akses bagi disabilitas,” ujarnya.
Dari berbagai project itu lanjut Reza, Kota Banjarmasin berhasil membagikan pengalaman sebagai kota inklusi secara internasional di sejumlah negara seperti Malaysia dan terbaru di India.
“Pak wali di undang pembicara utama tentang kota inklusi dalam acara U20 dan negara India sebagai tuan rumah,” bebernya.
Lebih jauh ia menjelaskan Kaki Kota Banjarmasin sendiri perannya lebih pada pembuatan kajian-kajian yang bisa mendorong kebijakan-kebijakan pro pada disabilitas dan rentan seperti lansia dan bumil.
“Secara tidak langsung menjembatani harapan penyandang disabilitas dengan membuat kajian dan mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan layak untuk mereka,” tuntasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






