terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sebagai kota inklusi, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus mengoptimalkan saranan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Dalam hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan bahwa hampir seluruh pelayanan publik di Kota Banjarmasin sudah bisa diakses para penyandang disabilitas.
“Kantor-kantor instansi seperti Kelurahan, Kecamatan, Dukcapil, Perizinan dan lainnya itu sudah akses bagi disabilitas,” ucap Ibnu, Selasa (5/12/2023).
Selain itu, Pemko Banjarmasin juga menghadirkan transportasi darat yang sangat menunjang bagi para disabilitas.
Dimana ada 5 unit Bus Trans Banjarmasin ramah disabilitas yang baru saja dilaunching bertepatan Hari Perhubungan Nasional 2023.
“Jadi para difabel bisa mengakses bus ini dengan sarana yang sudah kita siapkan,” katanya.
Tak dipungkirinya, masih ada saranan prasarana di Kota Seribu Sungai yang masih belum menunjang bagi para penyandang disabilitas. Contohnya seperti sarana prasaran pariwisata susur sungai menggunakan kelotok atau jukung.
Menurutnya infrasturktur sungai masih belum memadai untuk di akses para penyandang disabilitas hingga saat ini.
“Cukup membahayakan, mohon maaf misalnya dia disabilitas tuli minta tolong bagaiman mana atau hal lainnya tak diinginkan terjadi,” jelasnya.
Dalam hal itu, Pemko Banjarmasin terus memformat apa saja yang bisa di fasilitasi bagi penyandang disabilitas.
“Dan dari sisi pendataan kita juga terus mengupdate data disabilitas di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Termasuk hak suara yang sudah harus dimiliki warga negara Indonesia tak terkecuali penyandang disabilitas pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 2024 mendatang.
“Pemilu yang lalu sudah kita data, ada sekitar seribu terdata hampir 3 ribu artinya yang dulu tidak memiliki hak pilih sekarang mereka memilik hak pilih dalam pemilihan presiden, gubernur dan lainnya,” paparnya.
Di sisi lain, diungkapkannya atas keberhasilan Kota Banjarmasin dalam meningkatkan infrastruktur guna menunjang dan bisa diakses penyandang disabilitas dilirik internasional.
Pasalnya, beberapa waktu lalu dirinya diundang untuk menjadi pembicara dan berbagi praktik terbaik dari Pemko Banjarmasin sebagai kota inklusi di rangkaian acara G2 U2 yang digelar di Negara India.
“Saya diundang untuk memaparkan best practices itu mengenai apa yang telah dilakukan Pemko Banjarmasin untuk akses para penyandang disabilitas,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






