terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menggelar Banjarmasin Environmental Award Tahun 2023 di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (27/11/2023).
Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan acara penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam mengelola lingkungan hidup di Kota Seribu Sungai.
“Penghargaan yang kita berikan kepada masyarakat, perusahaan, sekolah dan Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Lingkungan,” ucap Alive usai penyerahan penghargaaan.
Alive mengungkapkan acara penghargaan itu sudah dilaksanakan ketiga kalinya untuk memotivasi dan inspirasi semua pihak untuk selalu menjaga lingkungan di sekitarnya, seperti dari menanam pohon, menjaga kebersihan dan lainnya.
“Untuk mewujudkan kota yang Baiman Barasih wan Nyaman dimana warga masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas,” katanya.
Untuk itu, ia berharap kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup tidak terhenti setelah mendapat penghargaan saja tapi terus berkelanjutan.
“Melalui penghargaan ini diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat untuk cinta dan menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman,” sambungnya.
Adapun kategori penghargaan yang diserahkan diantaranya, Penghargaan Lomba Maharagu Sungai, Penghargaan Lomba Kebersihan Tingkat Kelurahan dan Penghargaan Nasional seperti Adiwiyata, Nirwasita Tantra dan lainnya.
Lebih jauh lanjutnya, untuk penghargaan maharagu sungai ada 10 kelurahan yang ditetapkan dan dianggap berhasil menggerakkan masyarakat bergerak aktif membersihkan sungai di lingkungannya.
“Kita berikan penghargaan dan uang pembinaan bukan untuk pemangku melainkan masyarakat agar tetap bergerak maharagu sungai,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu Juri Penilaian Lomba Maharagu Sungai dari Kaki Kota Banjarmasin, Christian Uria Mapas mengungkapkan lomba maharagu sungai sendiri penilaiannya dilakukan waktu cukup panjang yakni selama enam bulan.
Dimana selama enam bulan itu, sungai yang jadi objek pembersihan terus dipantau melalui keaktifan warga setempat.
“Keaktifan warga sendiri itu jadi salah satu poin penting dalam penilaian,” ujarnya.
Selain itu lanjutnya, kreatifitas dari warga sendiri bagaimana upaya mereka menjaga lingkungan sungai. Seperti membuat baliho larangan membuang sampah sembarangan.
Kemudian, memasang jaring pembatas di lingkungan sungainya agar tidak tercemari dari datangnya sampah ke arus sungai di sekitarnya.
“Tentu itu dilakukan secara berkala oleh mereka dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan sungai. Baik itu segi ekonomi, pariwisata dan lainnya,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






