terasbanua.my.id, Banjarmasin – Parang Day Festival tahun 2023 resmi digelar di Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan dalam rangkaian Parang Day itu ada hal yang cukup unik dan menarik yaitu lomba merebut selempang.
Pasalnya, dalam lomba itu media yang digunakan adalah kain sasirangan yang merupakan kain khas Banjar.
“Tentu itu sebuah apresiasi bagi Kota Banjarmasin dan ada kebanggaan tersendiri,” ucap Ibnu Sina usai membuka dengan ditandai pelepasan Parade Kirab Pendekar Beparang pada Minggu (26/11/2023).
Ibnu menjelaskan ditetapkannya kain sasirangan sebagai media resmi dalam lomba merebut selempang karena dianggap lebih lembut dibandingkan jenis kain lainnya.
Maka dari itu, sejak tahun 2020 lalu kain sasirangan sudah resmi digunakan dalam perlombaan merebut selempang. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saat ditarik tidak melukai sehingga dianggap cukup aman dijadikan sebagai kain khas lomba merebut selempang,” tuturnya.
Di sisi lain, ia menuturkan event Parang Day tentunya telah membangkitkan kembali marwah dari seni bela diri suku Banjar yakni seni bela diri kuntau.
“Jadi anak-anak muda tahu bahwa kita punya seni budaya dari bela diri seperti kuntau dan yang lainnya yang harus dilestarikan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Parang Day Festival 2023, mengatakan tujuan pelaksanaan event itu untuk mengenalkan budaya seni bela diri Kalsel yakni kuntau lebih luas lagi.
Maka dari itu, Parang Day terkumpul semua pendekar dan pegiat seni bela diri dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, Filipina, Singapura dan Turki.
“Kita usahakan budaya seni bela diri kita mendunia melalui pergelaran Parang Day,” ujarnya.
Tidak hanya itu, menurutnya saat ini banyak anak-anak muda di Kalsel tidak mengenal budayanya sendiri.
Untuk itu, melalui Parang Day ini nantinya bisa menarik para anak muda untuk mengetahui atau mengenal lebih budaya seni bela diri kuntau khususnya. Di samping tidak tenggelam karena perkembangan jaman.
Hamdiah
Foto. Diskominfotik






