terasbanua.my.id, Tangerang – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin mengajak rombongan Forum Wartawan Balai Kota Banjarmasin mengunjungi Kantor di PT Indonesia Indicator yang berlokasi Jalan H. Rasam, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Kamis (19/10/2023) siang tadi.
Pranata Hubungan Masyarakat Diskominfotik Kota Banjarmasin Novri Gitayanti mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan bagi insan pers Balai Kota Banjarmasin mengenai penayangan berita yang dianalisis melalui sistem.
Dimana dalam sistem secara otomatis mengklasifikasikan berita berdasarkan isu-isu hangat dan membantu pemerintah dalam pengambilan keputusan berdasarkan data analisis yang disediakan.
“Kita mengajak teman-teman ke PT. Indonesia indikator ini supaya teman-teman media bisa melihat bagaimana pemberitaan-pemberitaan yang teman-teman buat serta ditayangkan baik itu media online, cetak maupun elektronik,” ucap Novri usai berkunjung.
Menurut Novri analisis terhadap media dalam pembuatan kebijakan dengan menyoroti bagaimana semua data dikumpulkan, diklasifikasikan yang terus dipantau itu sangat penting dilakukan.
Hal itu dilakukan tak lain untuk mendorong pertumbuhan Kota Banjarmasin sebagai smart city dengan memanfaatkan teknologi yang disediakan oleh Indonesia Indicator.
“Menuju itu perlu update terkait dengan teknologi-teknologi yang ada termasuk yang disediakan oleh Indonesia indikator sebenarnya untuk memudahkan pekerjaan kita sih untuk memudahkan semuanya. Jadi semua yang kita kerjakan itu sudah by sistem di permudah oleh sistem,” paparnya.
Sementara itu, Juandre menegaskan komitmen PT Indonesia Indicator dalam pengembangan teknologi terbaru, termasuk aktivasi terbaru yang sedang dalam proses pengembangan.
Ia berharap, Diskominfo kota Banjarmasin dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada di Pulau Jawa dan Jakarta dan Teknologi ini diharapkan akan mempermudah proses pemantauan dan analisis.
“Nah, sekarang kita by handphone pun nanti akan bisa dilakukan seperti itu. Jadi kita tinggal tanya seperti kita tanya di Google, tapi bedanya dengan Google itu kan Google datanya itu random dan datanya itu banyak,” tutup Juandre.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






