terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pembangunan Puskesmas Pemurus Dalam dan Puskesmas Pelambuan yang tengah berjalan saat ini menjadi urgensi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.
Pasalnya, puskesmas di dua wilayah itu cukup banyak melayani masyarakat, tidak hanya di dalam kota tapi kabupaten tetangga. Mengingat letaknya yang memang berada di perbatasan.
Maka dari itu, sudah seharusnya fasilitas kesehatan lebih ditingkatkan untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Adapun perkembangan dari pembangunan keduanya diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda saat ini sudah ada yang sampai 50 persen progresnya.
“Pembangunan Puskesmas Pemurus Dalam itu sudah 52 persen. Sedangkan Puskesmas Pelambuan baru 48 persen,” ungkap Tabiun baru-baru tadi kepada awak media.
Untuk anggaran pembangunan Puskesmas Pemurus Dalam sekitar Rp. 5,3 miliar dengan waktu pengerjaan 172 hari.
Sementara Puskesmas Pelambuan anggaran pembangunan lebih besar yakni Rp. 5,6 miliar dengan waktu pengerjaan 173 hari.
“Keduanya dibangun dua lantai dan itu anggaran untuk pembangunan saja,” kata Tabiun.
Tabiun memperkirakan pembangunan keduanya sudah bisa selesai diakhir tahun 2023 ini yakni bulan Desember mendatang.
“Mudah-mudahan pengerjaanya selesai tepat waktu,”
Untuk peralatan kesehatan menggunakan yang ada. Hanya saja ada peralatan baru untuk pemeriksaan USG untuk ibu hamil.
Peralatan USG sendiri dibeberkannya sudah tersedia semua di puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin.
“Jadi ibu hamil tidak perlu ke dokter spesialis, bisa ke puskesmas karena sudah tersedia layanan itu,” ujarnya.
Sementara petugas kesehatan untuk kedua puskesmas itu sudah ada, masing-masing puskesmas memiliki 40 orang tenaga kesehatan.
Untuk itu, setelah kedua puskesmas itu rampung dibangun maka keduanya sudah bisa beroperasional kembali.
“Karena memang saat pembangunan, pelayanan kesehatan tetap jalan seperti biasa. Namun memang dipindahkan ke ruko dekat situ untuk sementara,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






