terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi pada perempuan dan anak di Kalimantan Selatan (Kalsel) selama tahun 2023, cenderung turun.
Tercatat kasus kekerasan di tahun 2023 ada sebanyak 361 kasus yang terdiri dari 318 kasus terhadap perempuan dan 85 kasus pada laki-laki.
Dibandingkan tahun 2022 lalu, kasus kekerasan ada sebanyak 616 jiwa. Jika dirincikan, 532 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 139 kasus pada laki-laki.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalsel, Adi Santoso menurunnya kasus kekerasan adalah pertanda berbagai upaya yang telah dilakukan berhasil dalam menangani dan menanggulanginya.
“Artinya upaya kita seperti pemberian edukasi kepada keluarga-keluarga berhasil,” ucap Adi Santoso, Senin (9/10/2023).
Tidak hanya itu, melalui edukasi yang diberikan secara perlahan masyarakat mulai merubah pola asuh anak yang lebih baik.
Selain itu, keterlibatan masyarakat terhadap tindak kekerasan juga turut menyumbang pengurangan kasus kekerasan selama ini.
“Jelasnya peran masyarakat melalui pembentukan lembaga Forum Anak Daerah yang punya peran dua yakni pelopor dan pelapor,” katanya.
Dimana lanjutnya, peran Forum Anak Daerah untuk melaporkan dan memediasi kasus kekerasan agar penanganan korban kekerasan bisa berjalan dengan baik.
Selain itu, kehadiran lembaga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) berjalan bagus sehingga sejak dini sudah bisa mengidentifikasi potensi dari korban-korban tindak kekerasan.
“Mungkin beberapa upaya ini yang membuat kasus kekerasan di tahun 2023 cenderung turun,”
Hamdiah
Foto. Hamdiah






