Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 5 Agu 2023 14:36 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Buntut Kasus Penikaman Pelajar, Disdik Banjarmasin Tekankan Sekolah Perketat Pengawasan


 Buntut Kasus Penikaman Pelajar, Disdik Banjarmasin Tekankan Sekolah Perketat Pengawasan Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin menekankan kepada seluruh kepala sekolah di bawah naungannya untuk memperketat pengawasan di lingkungan sekolah.

Hal itu dilakukan, berkaca dari kasus penusukan pelajar SMA Negeri di Kota Banjarmasin kepada temannya saat guru tak ada di ruang kelas.

“Jadi guru lebih protektif mengawasi murid, sekalipun tidak ada jam pelajaran. Jangan terlena dengan jam kerja,” ucap Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi baru-baru tadi.
Pengawasan tidak hanya diperketat pada jenjang pendidikan SMP saja. Tapi juga untuk di jenjang pendidikan di bawahnya.

“Peristiwa yang terjadi, sangat memprihatinkan. Ini pelajaran yang harus disikapi bersama,” tuturnya.

Nuryadi mengingatkan, ada banyak hal yang perlu diwaspadai guru di sekolah. Sebagian diantaranya, tentang narkoba, dan perundungan.

Lebih khusus mengenai perundungan, Nuryadi mengatakan bahwa itu adalah tugas bersama dalam mengatasinya. Tidak hanya peran guru saja, tapi antisipasi juga mesti dilakukan orang tua.

“Ini tanggung jawab bersama. Guru, orang tua dan masyarakat. Ajak murid atau anak itu bicara setiap hari. Di sekolah, maupun di rumah,” pesannya.

“Kita tak pernah tahu bahwa ternyata murid atau anak, memendam sesuatu. Hingga akhirnya, terjadi hal yang tidak kita inginkan. Kita perlu mengantisipasi itu, dengan memberikan sejumlah masukan,” tambahnya.

Ia menambahkan, persoalan bullying atau perundungan juga sudah jauh-jauh hari diantisipasi melalui sosialisasi hingga perkenalan sekolah.

Tentu menurutnya, juga menggandeng instansi terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin.

“Bahkan hal itu juga sudah menjadi instruksi kementerian pendidikan. Harus ada sosialisasi,” tegasnya.

Dirinya juga mengklaim telah menyediakan bilik aduan di sekolah-sekolah. Meski sudah disediakan, terkadang para murid masih tak mau terbuka dengan permasalahan yang dialaminya.

“Kadang-kadang siswa tak berani mengungkapkan. Setelah kejadian baru ada. Ini artinya, peran serta orang tua pun perlu,” pungkasnya.

Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin