terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin menekankan kepada seluruh kepala sekolah di bawah naungannya untuk memperketat pengawasan di lingkungan sekolah.
Hal itu dilakukan, berkaca dari kasus penusukan pelajar SMA Negeri di Kota Banjarmasin kepada temannya saat guru tak ada di ruang kelas.
“Jadi guru lebih protektif mengawasi murid, sekalipun tidak ada jam pelajaran. Jangan terlena dengan jam kerja,” ucap Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi baru-baru tadi.
Pengawasan tidak hanya diperketat pada jenjang pendidikan SMP saja. Tapi juga untuk di jenjang pendidikan di bawahnya.
“Peristiwa yang terjadi, sangat memprihatinkan. Ini pelajaran yang harus disikapi bersama,” tuturnya.
Nuryadi mengingatkan, ada banyak hal yang perlu diwaspadai guru di sekolah. Sebagian diantaranya, tentang narkoba, dan perundungan.
Lebih khusus mengenai perundungan, Nuryadi mengatakan bahwa itu adalah tugas bersama dalam mengatasinya. Tidak hanya peran guru saja, tapi antisipasi juga mesti dilakukan orang tua.
“Ini tanggung jawab bersama. Guru, orang tua dan masyarakat. Ajak murid atau anak itu bicara setiap hari. Di sekolah, maupun di rumah,” pesannya.
“Kita tak pernah tahu bahwa ternyata murid atau anak, memendam sesuatu. Hingga akhirnya, terjadi hal yang tidak kita inginkan. Kita perlu mengantisipasi itu, dengan memberikan sejumlah masukan,” tambahnya.
Ia menambahkan, persoalan bullying atau perundungan juga sudah jauh-jauh hari diantisipasi melalui sosialisasi hingga perkenalan sekolah.
Tentu menurutnya, juga menggandeng instansi terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin.
“Bahkan hal itu juga sudah menjadi instruksi kementerian pendidikan. Harus ada sosialisasi,” tegasnya.
Dirinya juga mengklaim telah menyediakan bilik aduan di sekolah-sekolah. Meski sudah disediakan, terkadang para murid masih tak mau terbuka dengan permasalahan yang dialaminya.
“Kadang-kadang siswa tak berani mengungkapkan. Setelah kejadian baru ada. Ini artinya, peran serta orang tua pun perlu,” pungkasnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






