terasbanua.my.id, Banjarmasin – Seiring kerap terjadinya musibah kebakaran yang terjadi di Kota Banjarmasin baru-baru ini, membuat banyak masyarakat turun ke jalan untuk meminta sumbangan.
Tentunya, giat sosial itu bermaksud untuk membantu korban musibah kebakaran secara langsung melalui pengalangan dana yang terkumpul dari penguna jalan.
Meski bertujuan baik, namun Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan sosial tersebut.
“Kita memaklumi itu karena jiwa sosial masyarakat terbilang tinggi untuk membantu dan tergantung situasional,” ucap Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana melalui sambungan telpon, Senin (17/7/2023).
Terbukti, banyak lapisan masyarakat yang melakukan penggalangan dana di berbagai lokasi. Baik para relawan maupun mahasiswa.
Salah satunya di perempatan jalan Lambung Mangkurat, S. Parman dan jalan Brigjen Hasan Basry. Tepatnya di depan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
“Mereka tidak pernah berizin, karena memang dilarang. Apalagi dilakukan di pinggir jalan, itu menganggu lalu lintas,” cetusnya.
Selama ini, diungkapkannya Dinsos Kota Banjarmasin hanya menyalurkan bantuan bersifat sementara. Misalnya, bahan sembako selama sepekan, pemasangan tenda darurat dan alat tulis sekolah.
Tidak hanya itu, bantuan dana sebesar Rp. 3 juta rupiah per rumah, dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Banjarmasin.
“Kalau jumlah korbannya di atas 12 Kepala Keluarga (KK) maka kita dirikan dapur umum,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






