Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Nasional · 14 Jul 2023 20:42 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Jakarta Turun Tangan Berikan Pemahaman Kepemiluan hingga Kapasitas Legislatif di Bootcamp Caleg Muda batch 2


 Jakarta Turun Tangan Berikan Pemahaman Kepemiluan hingga Kapasitas Legislatif di Bootcamp Caleg Muda batch 2 Perbesar

terasbanua.my.id, Jakarta – JakartaTurunTangan resmi menggelar program Bootcamp Caleg Muda batch 2, yang berlokasi di All Sedayu Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (13/07/2023).

Selama tiga hari ke depan, sebanyak 17 peserta dari berbagai partai politik akan mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai calon legislatif.

Peserta yang hadir berasal dari lintas partai, di antaranya: Demokrat, PKS, Partai Buruh, Golkar, Gelora, PSI, NasDem, dan Perindo. Bahkan, beberapa peserta berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Aceh, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Direktur Eksekutif TurunTangan, Juang Akbar Magenda.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kepemimpinan anak muda memang sering diragukan karena minim pengalaman. Namun, Juang yakin anak muda dapat menciptakan sesuatu.

“Maka dari itu kami yakin anak-anak muda di TurunTangan dapat membuat sesuatu yang positif dengan menghadirkan program Bootcamp Caleg Muda batch 2 seperti ini,” ujar Juang.

Sementara itu, Dewan Pembina Gerakan TurunTangan, Billy David N mengapresiasi keragaman partai dari para peserta Bootcamp Caleg Muda batch 2. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat secara luas bagi para peserta yang hadir.

“Teman-teman caleg muda yang hadir silakan ambil ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari para narasumber. Pesan saya adalah investasi terbesar ketika ikut dalam kontestasi politik adalah ide dan gagasan,” kata Billy.

Hari pertama training dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama disambut antusias oleh para peserta karena materi yang diangkat mengenai fundraising dan manajemen kampanye politik.

Sesi ini diisi oleh Michael Victor Sianipar, praktisi yang telah memulai kariernya di bidang politik sejak 11 tahun yang lalu.

Michael mengatakan kemampuan untuk fundraising seorang caleg haruslah ada.

“Fakta bahwa demokrasi butuh biaya, operasional, pergerakan, dan pengurus partai. Siapa yg mampu mendatangkan dana ia mampu menggerakkan. Kalau tidak punya kemampuan fundraising takut tergoda korupsi,” ucap Michael.

Untuk memperlancar pencarian dana, ada beberapa hal yang menjadi poin utama, yaitu membangun reputasi dan kepercayaan sebagai seorang profesional di bidang politik.

Pada sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Titi Anggraini, Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, yang menyampaikan materi tentang kapasitas kepemiluan.

Ia menekankan bahwa setiap caleg harus mengerti tentang regulasi kepemiluan agar bisa melindungi diri.

“Caleg harus memahami alur-alur bantuan hukum untuk melindungi diri dari kecurangan,” ungkap Titi.

Titi Anggraini menegaskan bahwa isu kepemiluan di Indonesia semakin rumit dan kompleks, terutama terkait jual beli suara. Dia menekankan pentingnya memastikan bahwa suara yang diberikan oleh pemilih dapat dihitung dan dikonversi menjadi kursi yang representatif.

Sementara, di sesi ketiga ini cukup berbeda karena berbentuk talkshow.

Narasumber yang hadir di antaranya Syafiah Basir (Anggota DPRD Donggala 2019-2024), Nova Harivan Paloh (Anggota DPR RI 2019-2024), dan Rizki Natakusumah (Anggota DPR RI 2019-2024).

Pada sesi ini, narasumber membagikan pengalamannya ketika mengikuti pemilu dan bagaimana strateginya untuk meraih kemenangan.

Nova menjelaskan bahwa ketika nyaleg, caleg harus mempelajari demografi masyarakat dapilnya serta membentuk tim relawan.

“Kalo kita ingin mencalonkan diri sebagai legislatif harus siap repot. Repot di telepon banyak orang, repot nerima proposal, repot dikejar-kejar masyarakat. Makanya jangan memberikan janji yang tidak masuk akal. Prinsipnya, memberikan apa yang kita bisa lakukan,” ujar Nova.

Dalam membentuk tim relawan, caleg pun harus jeli dan melakukan uji tim. Selain itu harus memilih relawan yang benar-benar bisa menjalani fungsi sosialisasi yang sesuai timeline. Para caleg pun harus paham keunggulan diri.

Setelah tahu targetnya, caleg diharapkan mampu memetakan suara yang diperolehnya dari mana saja. Apakah dari keluarga, teman, bisnis, atau pemilih?

Rilisan/Hamdiah/ rie

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya

Bernuansa Klasik Modern, Pia Hotel Bandung Tawarkan Promo Menarik di Anniversary ke 33

2 Juli 2025 - 16:05 WITA

Telkomsel Bagikan Hewan Kurban ke Lebih dari 600 Titik Prioritas di Seluruh Penjuru Indonesia, Sambungkan Senyuman di Momen Iduladha 1446 H

7 Juni 2025 - 14:47 WITA

Telkomsel Siaga 2025, Siapkan Jaringan di Kalimantan untuk Konektivitas Tanpa Gangguan

19 Maret 2025 - 14:32 WITA

Kafilah FASI Kalsel Siap Torehkan Prestasi Terbaik Bagi Banua di FASI Nasional ke 12

24 Oktober 2024 - 22:57 WITA

Demokrat Dukung KPU Terbitkan PKPU yang Sejalan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi

24 Agustus 2024 - 17:18 WITA

H Muhidin-Hasnuryadi Kantongi SK Demokrat, Ibnu Sina : Mari Kita Kawal dan Menangkan

20 Juli 2024 - 11:11 WITA

Trending di Banjarmasin