terasbanua.my.id, Banjarmasin – Jika anak lain menjerit dan menangis sembari menutup mata pada saat proses sunat. Beda halnya dengan Rafael Kurniawan (10) yang asik bermain game pada smartphonenya saat petugas kesehatan melakukan penanganan.
Siswa kelas 5 SD itu mengaku bermain game adalah cara dirinya mengalihkan rasa sakit dari proses sunatan yang dijalani.
“Memang sakit rasanya, jadi main game saja dari pada nangis,” ucap Rafael kepada terasbanua.my.id setelah selesai sunat di Aula Kayuh Baimbai, Senin (10/7/2023).
Meski sempat deg-degan, dirinya memberanikan diri melakukan sunat karena memang teman sebayanya sudah disunat semua.
“Jadi mau sunat juga. Alhamdulillah sudah selesai dan rasanya lega,” katanya yang ditemani ibunya saat sunat.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta khitanan Muhammad Wahyudi mengaku malah dirinya yang gugup saat anaknya menjalani proses sunat. Mengingat, buah hatinya yang ikut sunatan massal adalah anak pertama dan satu-satunya.
“Pertama kali mengikuti jadi berasa deg-degan, tapi Alhamdulillah lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sunatan massal secara gratis ini tentu sangat membantu masyarakat terutama bagi yang kurang mampu.
“Jadi lumayan meringankan untuk masyarakat yang ingin menunaikan sunat yang hukumnya sunah bagi umat islam. Terima kasih jadi terbantu,” tuturnya.
Kegiatan sunatan massal gratis sendiri dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bertempat di Aula Kayuh Baimbai pada Senin (10/7/2023).
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






