Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 20 Jun 2023 16:38 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

22 SMP di Banjarmasin Masih Kekurangan Siswa, Disdik Perkenankan Sekolah Perpanjang PPDB Secara Offline


 22 SMP di Banjarmasin Masih Kekurangan Siswa, Disdik Perkenankan Sekolah Perpanjang PPDB Secara Offline Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Ada 22 SMP di Kota Banjarmasin yang masih mengalami kekurangan siswa setelah berakhirnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada 17 Juni 2023 tadi.

Mengingat masih banyak sekolah yang kekurangan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi telah menginstruksikan pada panitia PPDB sekolah tersebut untuk tetap membuka pendaftaran secara offline selama tiga hari sejak tanggal 19 hingga 21 Juni 2023 nanti.

“Jadi masih diperbolehkan sekolah yang kekurangan menerima siswa baru melalui offline,” ucap Nuryadi, Selasa (20/6/2023).

Tidak hanya pada sekolah, pihaknya juga mengarahkan calon siswa yang tidak diterima pada sekolah pilihannya untuk mendaftar sekolah yang masih memerlukan siswa.

Pasalnya, menurut Nuryadi ada beberapa sekolah tersebut yang  kekurangan siswa bahkan sampai puluhan orang.

Kekurangan siswa sendiri hingga saat ini, masih dipicu karena sekolah favorit atau unggulan yang selalu jadi pilihan  orang tua untuk mendaftarkan anaknya meski sudah di luar zonasi.

Seperti SMPN 1 Banjarmasin, SMPN 2 Banjarmasin, SMPN 7 Banjarmasin dan SMPN 6 Banjarmasin yang setiap tahunnya selalu banyak peminat dan pendaftar melebihi kuota penerimaan.

Maka tak heran, sekolah-sekolah pinggiran khususnya mengalami kekurangan karena masih adanya mindset tersebut di kalangan orang tua.

“Kebanyakan orang tua memaksa dan melanggar zonasi saat pendaftaran. Sebenarnya maksud sistem zonasi ini untuk meratakan siswa sesuai jarak tempuh mereka agar tidak menyusahkan orang tuanya saat mengantar,” jelasnya.

Padahal menurutnya, standar pendidikan di seluruh sekolah di Kota Banjarmasin sudah merata. Mulai dari sarana prasarana, mutu guru dan seluruh sekolah sudah menerapkan pembelajaran dari kurikulum merdeka.
“Di Kota Banjarmasin mutu pendidikan yang baik itu sudah dijamin,” ujarnya.

Maka dari itu, ia berharap sekolah-sekolah yang kekurangan siswa baru bisa menampung calon siswa yang gugur di sekolah sebelumnya.

“Harapannya calon siswa itu bisa menghubungi sekolah terdekatnya untuk segeranya mendaftar,” akhirnya.

Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin