terasbanua.my.id, Banjarmasin – Objek wisata Kuin Kacil, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan kian ditunjang dengan dibangunnya shelter air atau halte sungai di kawasan tersebut.
Namun sangat disayangkan, saat ini kondisi tempat wisata yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) wisata Kuin Kacil itu sangat memprihatikan.
Terlihat dari titian pendopo di wisata itu sudah berlubang dan patah karena kayu maupun papan pada titian itu sudah lapuk. Sama halnya dengan atap pendopo dari bahan daun rumbia yang tak berbentuk lagi.
Kondisi serupa juga terjadi pada, sarana prasarana lainnya di wisata itu yang nampak sudah rusak tak bisa dinikmati pengunjung.
Tak hanya itu, cat warna warni di sepanjang jalan di kawasan itu sudah mulai pudar. Belum lagi, rumput ilalang yang meninggi. Kondisi itu pun menimbulkan kesan seperti tak terawat.
Menurut pengakuan Ketua RT, Ipansyah kondisi memprihatikan pada objek wisata alam yang ada di Kota Banjarmasin itu sudah terjadi sekitar empat bulan lalu.
“Kerusakan terjadi akibat cuaca. Apalagi musim seperti sekarang sering ada angin kencang yang membuat atap rusak,” ungkapnya kepada terasbanua.my.id saat meninjau ke lokasi, Senin (8/5/2023).
Selain itu, kerusakan yang terjadi juga faktor dari bahan yang digunakan untuk pembangunan sarana prasarana di wisata itu. Misalnya, pondasi titian maupun pendopo yang hanya menggunakan kayu galam. Dimana kayu galam hanya bertahan beberapa waktu saja.
Tentunya kondisi itu menyebabkan perbaikan terus dilakukan di samping perawatan yang dilakukan. Namun karena pondasi dinilai salah sejak dibangun. Maka kerusakan yang terjadi lebih sering, tak sedikit uang yang telah dikeluarkan.
“Seringnya perbaikan jadi akhirnya kami tidak ada dana lagi, karena hanya menggunakan dana swadaya dan uang dari yang dikumpulkan pengunjung,” ujarnya.
Seiring waktu lanjutnya, saat pengunjung tahu kondisi terbaru wisata Kuin Kacil yang dipenuhi kerusakan. Kunjungan wisatawan menurun drastis.
Jika dulunya bisa ribuan pengunjung yang datang khususnya pada akhir pekan. Namun sekarang hanya beberapa orang saja yang datang, itu pun pengunjung yang tidak mengetahui kondisi terbaru objek wisata yang ada di kawasan Kelurahan Mantuil itu.
“Makanya tidak ada lagi uang perbaikan karena kurang pengunjung dan sekarang orang datang juga tidak betah karena kondisinya seperti ini,” katanya pasrah.
Padahal sebelumnya, objek wisata yang telah diresmikan pada 2021 lalu itu sempat mengangkat perekonomian warga setempat karena banyak orang yang datang ingin berwisata.
Maka dari itu, ia berharap dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bisa segera turun membantu perbaikan di kawasan objek wisata itu lagi.
“Ya harapan kita pasti seperti itu, namun untuk kali ini kami akan mengusulkan agar pembangunan nanti sesuaikan kondisi di sini. Misalnya gunakan kayu ulin untuk pondasi, kemudian kabel listrik di letakkan di atas saja guna menghindari hal tidak diinginkan saat banjir,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






