terasbanua.my.id, Banjarmasin – Meski baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berhasil mendapat dua penghargaan sebagai salah satu kota terbaik dalam penanganan stunting. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina tidak ingin terlena.
Pasalnya, masih ada target penurunan stunting yang harus dilakukan. Apalagi ada 14 lokus yang jadi fokus penanganan stunting saat ini.
“Tinggal frekuensinya di tambah, intensitasnya di tambah. Sehingga lokus dari 14 kelurahan itu bisa diintervensi tepat sasaran,” ucap Ibnu kepada awak media usai menghadiri rembuk stunting di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (17/4/2023).
Adapun sebelumnya, penurunan stunting di tahun 2024 ditargetkan hingga 14 persen. Dimana saat ini penurunan yang berhasil dilakukan mencapai 6 persen. Maka dari itu, masih ada sekitar 8 persen yang menjadi PR pihaknya.
Untuk penurunan penanganannya itu, pihaknya memaksimalkan program yang ada. Misalnya saja anggaran layanan posyandu yang sekarang ini telah ditambah.
“Jika dulu cuman Rp. 250 ribu, tapi sekarang sudah dua kali lipat menjadi Rp. 500 ribu,” terangnya.
Dengan anggaran segitu lanjutnya, tentunya variasi menu sehat yang diberikan pada posyandu kepada anak balitanya lebih banyak lagi.
Hal itu tentunya cukup menarik minat orang tua untuk membawa anak balitanya ke posyandu.
“Jumlahnya kian banyak tapi upaya penurunan kita jadi cepat,” ujarnya.
Kemudian program Mba FoodZi, Dapur Sehat dan program lainnya yang harus dimaksimalkan terus menerus.
Diketahui sebelumnya, dua penghargaan yang diterima Pemko Banjarmasin meliputi Terbaik Kluster Aktivitas Fisik pada Penilaian Kinerja Kab/Kota dalam Pemberdayaan Kluster GERMAS Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2023.
Tak hanya itu kota Seribu Sungai pun masuk kategori Terbaik Rembuk Stunting Sesuai Jadwal pada Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kalsel.
Dimana Pemko Banjarmasin sendiri baru saja merilis data yang menyebutkan Banjarmasin turun sekitar 5,4 persen yang dinilai sebagai penurunan tertinggi di Kalsel.
Angka 5,4 persen sendiri merujuk dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), dari Dari 27,8 persen menjadi 22,4 persen.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






