terasbanua.my.id, Banjarmasin – Maraknya Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta manusia gerobak di Kota Banjarmasin selama bulan ramadan sudah menjadi fenomena tahunan yang terus dihadapi dinas terkait.
Untuk penertiban terhadap gepeng dan manusia gerobak yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin diakui telah berlangsung selama bulan suci ramadan tahun ini.
Kendati demikian, menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana sejauh pihaknya masih belum menerima laporan dari Satpol PP terkait penertiban tersebut.
“Kecuali, saat razia satpol pp itu melibatkan kami agar bisa sekaligus di asesmen,” ucap Dolly kepada awak media belum lama ini.
Sulitnya menangani gepeng yang kian marak akhir-akhir ini disebabkan ketidaktahuan informasi yang bersangkutan.
Apakah gepeng yang berhasil terjaring razia tersebut masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau tidak.
“Makanya nanti kami akan bekerja sama lagi dengan Satpol PP,” imbuh Dolly.
Apabila gepeng tersebut belum masuk dalam DTKS, maka pihaknya akan mendata dan melakukan pembinaan terlebih dahulu.
“Kemudian memverifikasi apakah bisa dimasukkan dalam DTKS atau tidak. Karena tidak menutup kemungkinan, gepeng-gepeng yang ada itu justru orang yang mampu,” papar Dolly.
Di sisi lain, menurutnya gepeng ataupun manusia gerobak merupakan pemain lama yang akan muncul setiap bulan suci ramadan.
Kemunculan mereka di momentum tertentu itu, sangat memungkinkan adanya indikasi yang mengkoordinir.
“Membuat kami kesulitan karena setiap memasuki bulan ramadan mereka tiba-tiba muncul dan marak,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






