terasbanua.my.id, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina baru saja melepaskan ratusan santri pesantren Al-Falah Kota Banjarmasin untuk mengisi kegiatan pesantren ramadan di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (25/3/2023).
Ibnu Sina mengatakan santri yang baru saja dilepaskan itu akan mengabdi ke Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kota Banjarmasin, guna membina para siswa selama kegiatan pesantren ramadan berlangsung nanti.
“Ada 175 santri lebih yang tergabung dari Perhimpunan Remaja Santri Al Falah Banjarmasin (PERS AF BMAS) asal Kota Banjarmasin yang kita lepaskan,” ucap usai melepaskan para santri
Orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu, berharap para santri bisa mengabdikan diri untuk mendampingin dan membina para siswa dari ilmu yang telah mereka dapatkan.
“Sedikit banyaknya ilmu mereka bisa diamalkan dalam kegiatan pesantren ramadan ,” imbuhnya.
Adapun kegiatan pelepasan santri ini lanjutnya, sudah dilaksanakan tahun ke 6 dan ia berharap bisa dilaksakan terus setiap tahunnya.
Pengasuh PERS AF BMAS Kota Banjarmasin, Masriyah mengatakan para santri akan ditempatkan ke beberapa SD yang ada di Kota Banjarmasin.
“Karena jumlah santrinya sedikit jadi kita hanya menempatkan ke beberapa SD saja sebagai perwakilan,” katanya.
Selama ini lanjutnya, santri yang mengikuti kegiatan mengisi pesantren ramadan sangat antusias. Selain bermanfaat bagi diri sendiri untuk mengamalkan ilmu yang didapat dan menularkan pada adik-adiknya di SD. Santri juga bisa belajar menjadi seorang guru ataupun pemimpin melalui kegiatan tersebut.
Mengingat kegiatan pesantren ramadan adalah kegiatan positif khususnya selama ramadan, ia pun berharap ke depannya mendapat dukungan dari seluruh kepala sekolah yang ada di Kota Banjarmasin.
“Semoga bersedia menerima santri dan santriwati untuk mengabdi di sekolahnya. Semoga mendapat dukungan selalu dari Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan,” akhirnya.
Sementara itu, salah satu santri, Naufal Rizki Pratama mengaku tidak merasa terbebani untuk mengisi kegiatan ramadan selama tiga hari di sekolah.
“Insya Allah enjoy saja,” katanya.
Dalam pesantren ramadan itu nantinya lanjutnya, di isi dengan kegiatan tadarus, shalat duha, serta mengajar tentang fiqih, tajwid, dan tauhid kepada para siswa.
“Setiap sekolah itu ada lima orang, terdiri dari santri dan santriwati,” tutupnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






