terasbanua.my.id, Banjarmasin – Nampaknya uji coba penerapan aplikasi E-Parkir di kawasan Siring Menara Pandang masih belum berjalan maksimal.
Pasalnya, ada saja kendala di lapangan yang terjadi dan dirasakan oleh juru parkir di kawasan objek wisata tersebut sebagai penguna aplikasi digital parkir yang di launching pada 4 Maret 2023 lalu.
Arul salah satu juru parkir Siring Menara Pandang yang mengaku hingga saat ini masih manual dalam penarikan retribusi parkir.
Bukan tanpa alasan, penarikan retribusi parkir terpaksa dilakukan manual karena smartphone android darinya tidak bisa mendaftar di aplikasi E-Parkir sebagai juru parkir.
“Tidak tahu kenapa tidak bisa didaftarkan dan sudah dicoba langsung oleh petugas Dishub tetap tidak bisa,” kata Arul kepada terasbanua.my.id saat berbincang-bincang, Jumat (17/3/2023).
Namun menurutnya, juru parkir Siring Menara Pandang yang lain sudah bisa menerapkan E-Parkir karena memang smartphonenya bisa mendaftar.
Kendati demikian, pengunaan aplikasi itu menimbulkan keluhan lain. Misalnya proses scan penguna parkir dan mengeluarkan karcis dari printer portabel memerlukan waktu tidak sebentar seperti saat manual.
Apalagi alat printer portabel itu hanya di fasilitasi satu buah setiap titiknya. Tentunya pengunaannya secara maksimal terasa sulit dilakukan.
“Hal itu menyebabkan antrian panjang dan bikin macet jalan. Apalagi hari weekend. Beda halnya seperti Duta Mall tidak menganggu penguna jalan lain,” bebernya.
Karena hal itu lanjutnya, tak jarang saat malam Minggu khususnya. Penarikan retribusi melalui E-Parkir tak diberlakukan, guna menghindari kemacetan hingga menganggu lalu lintas di kawasan tersebut.
Mengenai beberapa keluhan itu, diakuinya sudah disampaikan kepada Dishub Kota Banjarmasin. Namun memang untuk solusinya masih belum ada karena masih tahap uji coba.
“Kami siap saja menerapkannya tapi kalau ada kendala seperti ini harus ada solusi,” ujarnya.
Misalnya pengunaan android yang tidak semua bisa didaftarkan. Menurutnya, mungkin dari Dishub Kota Banjarmasin harus memfasilitasi itu juga setiap objek parkir dan digunakan secara bergantian oleh juru parkir yang berjaga.
“Mengenai fasilitas E-Parkir memang harus dievaluasi agar maksimal,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






