terasbanua.my.id, Banjarmasin – Minyak goreng subsidi kemasan Minyakita mengalami kelangkaan di pasaran yang ada di Kota Banjarmasin.
Bahkan menurut sejumlah pedagang sembako mengaku sudah tidak menjual minyakita itu hampir sebulan karena stoknya kosong di distributor.
Kelangkaan terhadap minyak goreng subsidi dari pemerintah itu juga menyebabkan kenaikan harga yang melambung tinggi hingga mencapai Rp.17 ribu hingga Rp. 20 ribu per liternya.
Kepala Bidang (Kabid) Penguatan dan Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Rakhman Norahim menjelaskan ada beberapa faktor yang memicu kenaikan harga pada minyakita.
“Tingginya permintaan jadi penyebab minyakita melonjak naik yang sebelumnya dijual hanya Rp. 14.500 sampai Rp. 15 ribu per liternya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” ucap Rakhman, Selasa (28/2/2023).
Banyak pedagang yang sengaja menyetok minyak merek kemasan itu untuk dijual lagi dengan harga berbeda jauh lebih tinggi juga jadi menyebabkan minyakita langka di pasaran.
Namun jelasnya, adanya kenaikan harga itu juga dikarenakan subsidi dari pemerintah telah ditarik sejak awal tahun 2023. Hingga tak heran harga yang dijual di pasaran tidak sesuai HET.
“Sudah tidak bersubsidi lagi,” ujarnya.
Meskipun begitu, pihaknya berusaha menekan inflasi dan menjaga harga tetap stabil melalui pergelaran pasar murah ataupun bazar pasar murah yang terus digelar Pemko Banjarmasin.
“Pasar murah terus kita gencarkan di tengah masyarakat dan kita berusaha dilaksanakan secara merata. Itu upaya yang kita lakukan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






