terasbanua.my.id, Semarang – Pengoptimalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemko) Semarang melalui pemberian potongan diskon, cukup menarik perhatian Pemko Banjarmasin.
Penarikan pajak melalui potongan diskon itu menjadi inovasi yang bakal diadopsi Pemko Banjarmasin untuk meningkatkan PAD.
Pasalnya, inovasi itu berhasil diterapkan Pemko Semarang dalam meningkatkan PAD bahkan hingga empat kali lipat dibandingkan Pemko Banjarmasin.
“Dikira pemotongan diskon yang besar akan berkurang untuk pendapatan. Ternyata tidak, Mungkin itu yang perlu kita contoh dan kami tiru di Pemko Banjarmasin,” ucap Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika usai melakukan kunjungan kerja di Pemko Semarang, Senin (27/2/2023), bersama sejumlah pimpinan dan perwakilan SKPD serta awak media press room Balai Kota.

Menurut Windi, pemotongan diskon itu nampaknya membuat masyarakat lebih tertarik untuk membeli dan tanpa sadar itu sudah menumbuhkan rasa kemauan masyarakat untuk membayar pajak.
Selain itu lanjutnya, Pemko Banjarmasin juga perlu membuat inovasi-inovasi untuk mendorong pengoptimalan PAD.
“Jangan takut kita berinovasi. Bisa mencontoh inovasi dari Pemko Semarang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Semarang, Sunarto mengatakan sangat bangga atas kedatangan Pemko Banjarmasin untuk saling berdiskusi dan berbagi dari berbagai hal yang dibahas.
“Baik dari sisi pengalaman maupun kebijakan dari masing-masing,” kata Sunarto.
Terkait upaya peningkatan PAD itu, tentunya perlu inovasi. Namun menurutnya inovasi tidak melulu sisi teknologi informasi, terkadang justru kebijakan yang dampaknya langsung.
“Contoh tadi, bagaimana kita menginovasikan pemotongan diskon pajak ternyata justru sebaliknya pendapatan kita lebih tinggi dan menjadi sebuah favorit untuk upaya kita untuk PAD itu,” jelasnya.
Tentunya mengedepankan kemudahan aksesibilitas dari masyarakat untuk mendapatkan sarana prasarana yang mudah dalam membayarkan pajaknya.
“Mungkin ada masyarakat yang justru belum membayarkan kewajibannya itu karena sulitnya kita mengakses sarana prasarana untuk dapat membayar itu,” tuturnya
“Makanya kita ada inovasi berupa aplikasi yang dalam satu itu bisa mencari informasi mengenai pajak yang bersangkutan,” pungkasnya.
Hamdiah






