terasbanua.my.id, Banjarmasin – Banyaknya jumlah penduduk di Kecamatan Banjarmasin Selatan yang membuat adanya usulan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah tersebut.
Usulan untuk menghadirkan SMK tersebut merupakan hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Banjarmasin yang memang sejalan dengan keinginan warga di wilayah itu.
Camat Banjarmasin Selatan, Firdaus menuturkan usulan itu tentunya memiliki alasan karena dari lima kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin. Hanya Banjarmasin Selatan tidak memiliki SMK.
Saat ini pun lanjut Firdaus, hanya terdapat tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri seperti SMAN 9 Banjarmasin, SMAN 10 Banjarmasin, SMAN 13 Banjarmasin dan ada juga SMA swasta.
“SMAN itu pun perbatasan Kabupaten Banjar sehingga siswa yang ditampung tidak hanya dari Banjarmasin saja,” ungkap Firdaus,
Dimana setiap tahunnya, terdata ada sekitar 1.500 siswa asal Banjarmasin Selatan yang lulus dari sejumlah sekolah itu. Belum lagi termasuk siswa dari pesantren.
Di samping itu, Firdaus menuturkan di kawasan Banjarmasin Selatan itu rencananya akan dijadikan kawasan industri terpadu.
Untuk menyongsong itu lanjutnya, tentu perlu tenaga kerja yang terampil. Maka dari itu, perlu SMK untuk menampung para siswa agar siap bekerja dengan keterampilan yang sudah diasah.
“Kami pun berharap SMK yang dibangun, jurusannya sesuai dengan industri yang dikembangkan lokasi di sana,” jelasnya.
Disinggung mengenai lokasi lahan untuk wacana pembangunan SMK itu. Ia menjawab masih mencari lahan yang strategis.
“Kami inginnya di sekitar Basirih Selatan karena dekat,” katanya.
Diakuinya, pihaknya sudah menemukan lahan yang pas dengan luas sekitar dua hektar dan memang masih milik warga dan sudah dibicarakan.
Menurutnya pembangunan SMK itu minimalnya luasnya sekitar dua hektar. Maka dari itu lahan yang dicari harus sesuai dan pas.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita usulkan ke Dinas Pendidikan Kota untuk lokasi itu dan jika fix nanti dihibahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk pembangunan,” tandasnya.
Kapan terealisasi usulan Musrenbang itu. Ia menyebutkan masih dalam proses menyiapkan surat menyurat mengenai lahan. Belum lagi serah terima lahan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.
“Jadi 2024 itu baru masuk usulan ke Pemprov. Insya Allah paling cepat 2025 dikerjakan dan bisa dimanfaatkan di 2026,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






